Selama pandemi COVID-19 berlangsung, aplikasi berbagi file SHAREit menemukan bahwa adanya tren peningkatan konsumsi konten digital yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Diketahui, hal itu dipicu oleh pemberlakuan kebijakan kerja dari rumah dan sekolah dari rumah yang masih berlaku hingga saat ini.

Laporan e-Conomy oleh Google, Temasek, dan Bain & Co baru-baru ini menyebutkan bahwa 1 dari 3 orang mencoba layanan digital baru karena terjadinya pandemi COVID-19, dan 94 persen dari mereka berniat untuk melanjutkan kebiasan baru tersebut.

“Lonjakan konsumsi konten digital yang kuat ini membuat kami optimis bahwa Indonesia sedang mengalami tren fenomenal dalam konsumsi konten digital. Para pemain di industri konten digital tentunya dihadapkan tantangan untuk menghadirkan pengalaman yang mengesankan kepada para pengguna,” ujar Piyush Bhatia, Vice President Asia Pacific SHAREit, dikutip dari Info Komputer,

Piyush melanjutkan bahwa saat ini konsumen konten digital menginginkan berbagai pilihan terkait durasi video, aspek teknologi terkini, dan aspek keterbaruan dan menarik. Hal itu membuat platform konten distribusi harus bisa menjadi wadah yang menggabungkan konten lokal dengan teknologi global.

Lebih lanjut, selama periode pandemi, Piyush mengungkapkan aplikasi SHAREit mengalami lonjakan pertumbuhan 160 persen dalam jumlah instalasi aplikasi, yang dibarengi dengan pertumbuhan basis klien dalam hal jejaring iklan, terutama di Asia Tenggara. Capaian tersebut membuat SHAREit mendapat predikat sebagai jaringan iklan dengan pertumbuhan iklan tercepat menurut Laporan AppsFlyer Performance Index Edition XI yang dirilis beberapa waktu lalu.

Selain didorong oleh digitalisasi selama pandemi, kehadiran teknologi jaringan 5G juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem berkelanjutan bagi para penyedia konten dan platform distribusi. Laporan terbaru dari Ericsson Mobility 2020 memperkirakan terdapat 220 juta pelanggan 5G pada akhir tahun 2020, juga diperkirakan 380 juta pelanggan 5G akan datang dari Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026.

“Pada paruh kedua tahun ini, kita telah melihat teknologi 5G diluncurkan di kawasan Asia Tenggara; dengan Thailand, Singapura dan Filipina sebagai wilayah yang memimpin, sementara Vietnam, Malaysia dan Indonesia akan segera mengadopsinya. Bagi pasar yang besar seperti Indonesia perekonomian juga akan didorong oleh pengguna internet seluler dan belanja iklan digital,” kata Piyush.

Dalam waktu dekat, teknologi seperti 5G yang menawarkan koneksi 1gbps justru memungkinkan pengguna untuk merasakan pengalaman imersif saat mengonsumsi konten digital setiap hari. Dilanjutkan Piyush, lonjakan konsumsi konten digital dan perilaku pengguna saat ini tidak akan berakhir, terutama untuk pasar Indonesia yang memiliki generasi muda dengan kebutuhan konten digital yang tak terhingga.

“Kami percaya bahwa pada tahun 2021, ekonomi internet dan industri konten digital akan terus berkembang signifikan dengan cara yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Publik akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menikmati konten digital karena hal ini telah menjadi salah satu bagian dari kehidupan mereka. Kami sangat antusias untuk menyambut pertumbuhan pengguna yang luar biasa dalam industri konten digital di wilayah negara berkembang,” jelas Piyush.

Pandemi COVID-19 meluluh lantak perekonomian dunia dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan. Dibalik berita negatif itu, pandemi COVID-19 sukses meningkatkan penjualan komputer tablet, menyusul banyak orang yang bekerja dari rumah dan kebijakan pembelajaran jarak jauh anak-anak usia sekolah, yang membuat keluarga menambah perangkat.

Perusahaan riset pasar Canalys mengatakan pembelian PC dan tablet melonjak dari 1,64 miliar pada akhir 2019 menjadi 1,77 miliar pada akhir tahun depan seperti dikutip Info Komputer dari Phone Arena. Komponen yang digunakan untuk memproduksi tablet, seperti layar dan prosesor sulit diselesaikan karena permintaan yang tinggi. Akibatnya, permintaan komputer tablet bakal makin meningkat tahun depan karena kekurangan pasokan tersebut.

Analis Canalys, Ishan Dutt, bercerita tentang kebutuhan perangkat pada awal pandemi tahun ini, seorang pelanggan mengatakan bahwa perangkat apa pun dengan keyboard sangat dibutuhkan selama pengiriman barang tidak lebih dari satu pekan. Hal senada disampaikan analis dari perusahaan riset pasar IDC, Ryan Reith. Ia mengatakan permintaan tablet, PC dan laptop bakal terus meningkat hingga 2022 karena pemerintah di berbagai negara memberikan uang stimulus untuk sekolah dan bisnis.

Permintaan untuk tablet, PC dan laptop telah merosot sejak iPhone diluncurkan pada 2007. Pengiriman PC mencapai puncaknya sekitar 300 juta unit pada 2008, kemudian turun menjadi 250 juta unit. Namun, kini secara tidak terduga, level 300 juta kembali karena para analis melihat bahwa banyak PC yang dikapalkan akhir tahun ini.

Analis juga memperkirakan pengiriman tablet tumbuh lebih cepat dari perkiraan pertumbuhan 15 persen untuk PC pada 2020. Pada musim semi tahun depan, Apple dikabarkan akan menawarkan iPad entry level dengan Touch ID, chipset A13 Bionic yang digunakan pada seri iPhone 11, dengan harga 299 dolar AS atau sekitar Rp4,2 juta.

Model iPad Pro baru juga akan segera hadir dan dapat mendukung 5G, dengan tampilan layar OLED dan ditenagai chipset Bionic A14X. Dua perangkat tersebut diperkirakan akan masuk ke pasar pada paruh kedua tahun depan. Apple mengalami pertumbuhan penjualan iPad, naik 11,5 persen selama tahun fiskal terakhir. Untuk kuartal keempat, kenaikan tahun ke tahun dalam penjualan iPad naik 46 persen.

iPad tetap menjadi tablet paling populer yang tersedia dan dengan pandemi yang terus meningkatkan permintaan untuk perangkat ini, Apple mengembangkan lini yang lebih luas dengan fitur-fitur yang lebih baru yang akan menjaga permintaan tetap tinggi dan membuat Apple tetap di puncak pasar tablet.

Pandemi COVID-19 yang menghantam dunia tahun 2020 melemahkan ekonomi secara global. Banyak perusahaan di segala sektor indutri yang mencatatkan rapor merah dalam pembukuan keuangannya beberapa kuartal awal tahun 2020.

Kendati demikian, beberapa perusahaan tetap melancarkan strategi untuk mengembangkan bisnis, salah satunya lewat merger dan akuisisi (M&A). Merger dan akuisisi menjadi salah satu strategi perusahaan untuk mengembangkan bisnis, di mana masing-masing perusahaan, bisa saling mengintegrasikan produk atau layanan mereka.

Sepanjang tahun 2020, tercatat beberapa perusahan teknologi “berbelanja” perusahaan lain. Untuk menyegarkan ingatan, berikut lima perusahaan teknologi yang melakukan akuisisi sepanjang tahun 2020 yang telah dirangkum KompasTekno.

  1. Facebook – Giphy

Bulan Mei lalu, Facebook mengakuisisi produsen GIF populer, Giphy. Tidak diungkap berapa nilai akuisisinya. Tapi rumor yang beredar, Facebook merogoh kocek sebesar 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 5,7 triliun (kurs rupiah Rp 14.000) untuk membeli Giphy.

Dengan akuisisi ini, Facebook dan anak perusahaannya, WhatsApp dan Instagram, memiliki pustaka GIF lebih kaya. Sebelum melakukan akuisisi, Facebook mengakui bahwa perusahaannya adalah penyumbang terbesar trafik Giphy yang jumlahnya mencapai 50 persen. Dari angkat tersebut, setengah berasal dari aplikasi Instagram.

  1. Nvidia – ARM

Produsen chip grafis perangkat komputer asal Amerika Serikat, Nvidia mengumumkan akuisisinya terhadap ARM dari Softbank Group. Nvidia mengalokasikan dana sebesar 40 miliar dollar AS (sekitar Rp 598,6 triliun) untuk mengakuisisi ARM. Uang tersebut akan diserahkan secara tunai dan dalam bentuk saham. Aksi korporasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dimiliki ARM.

Nvidia berharap bisa menghadirkan inovasi terbaru dan menjadi produsen chip terdepan. Ekosistem chip ARM akan digunakan Nvidia untuk membantu inovasi di bidang kesehatan, robot, dan self driving car. Meskipun diakuisisi Nvidia, Softbank masih memiliki saham ARM sebesar 10 persen.

  1. Microsoft – ZeniMax Media

Memasuki bulan September, kabar mengejutkan datang dari industri game. Microsoft Xbox mengumumkan akuisisinya terhadap perusahaan game asal AS, ZeniMax Media. ZeniMax Media merupakan induk dari penerbit game ternama Bethesda Softworks. Tidak disebutkan nilai akuisisinya, namun menurut kabar yang beredar, angkanya mencapai 7,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 110 triliun).

ZeniMax Media menaungi beberapa studio game ternama, seperti Bethesda Game Studio, id Software, Arkane Studios, Tango Gameworks, dan masih banyak lainnya. Setelah aksi korporasi ini, Microsoft akan memiliki hak penuh untuk menentukan ketersediaan seluruh judul game baru yang dibuat oleh studio game di bawah naungan ZeniMax Media.

  1. Spotify – Megaphone

Spotify mengumumkan akuisisinya terhadap Megaphone bulan November lalu. Megaphone adalah perusahaan podcast asal Virginia, AS. Menurut sumber yang familiar dengan aksi korporasi tersebut, nilai akuisisi yang digelontorkan mencapai 235 juta dollar AS (sekitar Rp 3,3 triliun). Akuisisi ini dilakukan Spotify untuk meningkatkan pemasukan iklan lewat podcast.

Dengan akuisisi ini, akan ada lebih banyak podcast di Megaphone yang bisa menggunakan mesin penyisip iklan baru milik Spotify bernama Streaming Ad Insertion (SAI). Fungsi SAI mirip dengan mesin iklan podcast yang menargetkan iklan tepat ke pengguna sesuai dengan kebiasaan pendengar podcast tersebut.

Namun, SAI akan menargetkan iklan secara real-time ke pengguna. Semua podcast yang berada di platform Megaphone akan mendapatkan akses ke mesin SAI. Tidak ada layanan lain yang punya mesin SAI Spotify. Sehingga, apabila ada pengiklan yang ingin menggunakan data-data dari Spotify dan menargetkan iklan ke audiens yang lebih luas, mereka harus membayar Megaphone untuk mendistribusikan iklan mereka.

Akuisisi ini juga membuat ekosistem podcast Spotify lebih lengkap, yakni terdiri dari jaringan acara ekslusif, pemutar podcast, software pembuat podcast, perusahaan hosting, dan tim penjualan iklan sendiri.

  1. Mediatek – Intel Enpirion

Mediatek mengumumkan akuisisi bisnis chip Intel Enpirion dengan nilai 85 juta dollar AS (sekitar Rp 1,2 triliun). Namun, bisnis ini bukan dipegang langsung oleh MediaTek, melainkan di bawah kendali anak perusahaanya yang bergerak di bidang integrated circuit (IC) dan daya (power), yaitu Richtek.

Akuisisi ini menjadi “senjata” MediaTek untuk melebarkan sayap ke bisnis power management tools. Enpirion merupakan divisi bisnis Intel yang memproduksi chip penghubung pemasok daya (power supply) – biasanya baterai- dengan komponen lainnya yang berupa IC, seperti chip FPGA, ASIC, hingga CPU.

Kegiatan bekerja dan belajar dari rumah selama masa pandemi COVID-19 mendorong permintaan kuat akan monitor PC. Hal ini membawa pasar monitor PC ke tingkat yang mengesankan pada kuartal tiga 2020. Volume tumbuh 15,9 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, menurut perusahaan riset pasar International Data Corporation (IDC) dalam laporannya, dikutip ANTARA.

Pengiriman monitor PC global jauh melampaui ekspektasi di lebih dari 37,5 juta unit. Sebelum lockdown yang terjadi pada bulan Maret di banyak wilayah, ekspektasi untuk tahun ini tidak terlalu besar setelah kinerja 2019 yang solid yang dipimpin oleh migrasi PC komersial ke Windows 10 yang juga membantu tampilan.

Namun, kecepatan dan urgensi bisnis dan sekolah yang harus beralih ke mode virtual mendorong penggunaan PC, kemudian permintaan wajar untuk monitor. Baik kuartal kedua dan ketiga tahun 2020 pengiriman monitor PC mengalami pertumbuhan tahun-ke-tahun yang solid. Bahkan ketika volume keseluruhan meningkat secara signifikan, faktor penentu pasar yang telah lama terjadi berubah. Permintaan konsumen mendorong sebagian besar kenaikan baru-baru ini dengan hampir separuh pasar berasal dari ritel, setelah dalam beberapa tahun terakhir segmen bisnis berkontribusi lebih dari 60 persen volume.

Lima pemain teratas menguasai pangsa pasar yang lebih kecil pada kuartal ketiga dibandingkan tahun lalu karena anggaran TI bergeser, dan tingkat hunian kantor tetap rendah. Adapun lima pemain tersebut ialah Dell Technologies, TPV, Hp Inc., Lenovo, dan Samsung. Dell dan HP yang berfokus secara komersial mengalami kontraksi (1,9 persen dan 0,4 persen) sementara saluran online dan yang berhubungan dengan konsumen langsung tumbuh.

Pertumbuhan tinggi pada segmen ritel dibanding bisnis membuat vendor besar seperti Dell Technologies mengalami kontraksi baik dalam pengiriman maupun pangsa pasar. Pada kuartal ketiga 2020 Dell mengirimkan 6,356 juta unit monitor PC, turun dari 6,483 juta pada periode sama tahun lalu. Penguasaan pangsa pasarnya juga turun dari 20 persen menjadi 16,9 persen.

“Kondisi sulit yang ditimbulkan oleh COVID-19 telah menyebabkan penilaian ulang yang tidak terduga dari monitor PC di rumah,” kata Jay Chou, manajer riset IDC Quarterly PC Monitor Tracker.

“Baik itu belajar, bekerja, atau bermain game, banyak konsumen memiliki pertimbangan baru untuk monitor mereka yang telah lama diabaikan karena ketidakpastian tentang kehadiran di kantor dan sekolah masih ada. Dengan inventaris yang masih pada tingkat yang sehat dan promosi yang menarik untuk game serta layar yang lebih besar, IDC yakin momentum yang solid akan bertahan hingga paruh pertama 2021.”

Menurut Chou, selain tekanan permintaan yang meningkat, ekosistem monitor telah bergumul dengan kendala lain. Sementara manufaktur dan logistik China sebagian besar telah pulih, namun kekurangan beberapa komponen serta konsolidasi di antara pembuat panel telah menyebabkan kekhawatiran soal pemenuhan dan harga.

Berdasarkan tinjauan tentang apa yang telah terjadi selama tahun 2020, perusahaan keamanan siber Kaspersky memperkirakan pada 2021 akan banyak pelaku kejahatan siber finansial cenderung menargetkan Bitcoin, sementara kelompok lainnya akan beralih ke mata uang kripto transit ketika menuntut pembayaran dari korban.

Selain itu, praktik pemerasan akan menjadi lebih luas, baik itu sebagai bagian dari serangan DDoS atau ransomware, dengan operator sebagai pihak terakhir akan mengkonsolidasikan dan menggunakan eksploitasi tingkat lanjut untuk menargetkan korban.

“Tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kita alami, namun, banyak tren yang kami prediksi menjadi kenyataan terlepas dari transformasi cara hidup masyarakat saat ini. Ini termasuk strategi baru dalam kejahatan siber finansial – dari menjual kembali akses bank hingga menargetkan aplikasi investasi,” kata peneliti keamanan di Kaspersky, Dmitry Bestuzhev, dalam keterangan tertulis, dikutip dari ANTARA.

Tidak hanya itu, Bestuzhev mengatakan akan ada pengembangan yang lebih lanjut dari tren yang sudah ada, misalnya, perluasan yang lebih besar dari skimming kartu dan ransomware yang digunakan untuk menargetkan bank.

Berikut prediksi utama peneliti Kaspersky terkait lanskap ancaman keuangan tahun 2021.

MageCarting

MageCarting, atau biasa disebut JS-skimming (metode mencuri data kartu pembayaran dari platform e-commerce), serangan akan berpindah ke sisi server. Kaspersky mengungkapkan bahwa dari hari ke hari semakin sedikit pelaku ancaman yang mengandalkan serangan sisi klien yang menggunakan JavaScript, dan memprediksi tahun depan serangan akan bergeser ke sisi server.

Mata uang transisi (Transition currencies)

Kemampuan berupa teknis khusus untuk memantau, menghapus nama pengguna, dan menyita akun Bitcoin akan menjadi metode yang digunakan oleh banyak pelaku kejahatan siber untuk meminta pembayaran. Kaspersky memprediksi mata uang privasi lain yang ditingkatkan seperti Monero kemungkinan akan digunakan sebagai mata uang transisi pertama, dengan dana yang kemudian dikonversi ke mata uang kripto lainnya, termasuk Bitcoin, untuk menutupi jejak pelaku kejahatan siber.

Upaya pemerasan meningkat

Pelaku ancaman di balik ransomware diperkirakan akan bertarget secara sistematis meningkatkan jumlah korban yang diharapkan untuk membayar uang tebusan. Menurut Kaspersky, organisasi, menjadi pihak yang mungkin dirugikan oleh hilangnya data dan proses pemulihan yang melelahkan, dengan lebih banyak pelaku kejahatan siber menargetkan mereka dengan serangan ransomware atau DDoS atau bahkan keduanya.

Eksploitasi zero-day

Kaspersky memperkirakan grup ransomware yang berhasil mengumpulkan dana dari sejumlah serangan yang berhasil pada 2020 akan mulai menggunakan eksploitasi zeroday — kerentanan yang belum ditemukan oleh pengembang, serta eksploitasi N-days untuk meningkatkan efektivitas serangan mereka. Meskipun membeli eksploitasi adalah upaya yang cukup memakan biaya, berdasarkan jumlah keberhasilan yang diperoleh beberapa operator ransomware dari korbannya, mereka sekarang memiliki cukup dana untuk diinvestasikan di dalamnya.

Pencurian Bitcoin

Pencurian Bitcoin akan menjadi lebih menarik karena banyak negara jatuh ke dalam kemiskinan akibat pandemi. Dengan ekonomi runtuh dan mata uang lokal jatuh, menurut Kaspersky, akan lebih banyak orang mungkin terlibat dalam kejahatan siber, yang mengarah ke lebih banyak kasus. Seperti yang diantisipasi oleh para peneliti Kaspersky, karena kelemahan mata uang lokal, lebih banyak orang mungkin fokus pada penipuan yang menuntut Bitcoin, serta pencurian Bitcoin, karena ini adalah mata uang kripto yang paling luas.

Prediksi Ancaman Kejahatan Siber Finansial Tahun 2021

Berdasarkan tinjauan tentang apa yang telah terjadi selama tahun 2020, perusahaan keamanan siber Kaspersky memperkirakan pada 2021 akan banyak pelaku kejahatan siber finansial cenderung menargetkan Bitcoin, sementara kelompok lainnya akan beralih ke mata uang kripto transit ketika menuntut pembayaran dari korban.

Selain itu, praktik pemerasan akan menjadi lebih luas, baik itu sebagai bagian dari serangan DDoS atau ransomware, dengan operator sebagai pihak terakhir akan mengkonsolidasikan dan menggunakan eksploitasi tingkat lanjut untuk menargetkan korban.

“Tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kita alami, namun, banyak tren yang kami prediksi menjadi kenyataan terlepas dari transformasi cara hidup masyarakat saat ini. Ini termasuk strategi baru dalam kejahatan siber finansial – dari menjual kembali akses bank hingga menargetkan aplikasi investasi,” kata peneliti keamanan di Kaspersky, Dmitry Bestuzhev, dalam keterangan tertulis, dikutip dari ANTARA.

Tidak hanya itu, Bestuzhev mengatakan akan ada pengembangan yang lebih lanjut dari tren yang sudah ada, misalnya, perluasan yang lebih besar dari skimming kartu dan ransomware yang digunakan untuk menargetkan bank.

Berikut prediksi utama peneliti Kaspersky terkait lanskap ancaman keuangan tahun 2021.

MageCarting

MageCarting, atau biasa disebut JS-skimming (metode mencuri data kartu pembayaran dari platform e-commerce), serangan akan berpindah ke sisi server. Kaspersky mengungkapkan bahwa dari hari ke hari semakin sedikit pelaku ancaman yang mengandalkan serangan sisi klien yang menggunakan JavaScript, dan memprediksi tahun depan serangan akan bergeser ke sisi server.

Mata Uang Yransisi (Transition Currencies)

Kemampuan berupa teknis khusus untuk memantau, menghapus nama pengguna, dan menyita akun Bitcoin akan menjadi metode yang digunakan oleh banyak pelaku kejahatan siber untuk meminta pembayaran. Kaspersky memprediksi mata uang privasi lain yang ditingkatkan seperti Monero kemungkinan akan digunakan sebagai mata uang transisi pertama, dengan dana yang kemudian dikonversi ke mata uang kripto lainnya, termasuk Bitcoin, untuk menutupi jejak pelaku kejahatan siber.

Upaya Pemerasan Meningkat

Pelaku ancaman di balik ransomware diperkirakan akan bertarget secara sistematis meningkatkan jumlah korban yang diharapkan untuk membayar uang tebusan. Menurut Kaspersky, organisasi, menjadi pihak yang mungkin dirugikan oleh hilangnya data dan proses pemulihan yang melelahkan, dengan lebih banyak pelaku kejahatan siber menargetkan mereka dengan serangan ransomware atau DDoS atau bahkan keduanya.

Eksploitasi Zero-Day

Kaspersky memperkirakan grup ransomware yang berhasil mengumpulkan dana dari sejumlah serangan yang berhasil pada 2020 akan mulai menggunakan eksploitasi zeroday — kerentanan yang belum ditemukan oleh pengembang, serta eksploitasi N-days untuk meningkatkan efektivitas serangan mereka. Meskipun membeli eksploitasi adalah upaya yang cukup memakan biaya, berdasarkan jumlah keberhasilan yang diperoleh beberapa operator ransomware dari korbannya, mereka sekarang memiliki cukup dana untuk diinvestasikan di dalamnya.

Pencurian Bitcoin

Pencurian Bitcoin akan menjadi lebih menarik karena banyak negara jatuh ke dalam kemiskinan akibat pandemi. Dengan ekonomi runtuh dan mata uang lokal jatuh, menurut Kaspersky, akan lebih banyak orang mungkin terlibat dalam kejahatan siber, yang mengarah ke lebih banyak kasus. Seperti yang diantisipasi oleh para peneliti Kaspersky, karena kelemahan mata uang lokal, lebih banyak orang mungkin fokus pada penipuan yang menuntut Bitcoin, serta pencurian Bitcoin, karena ini adalah mata uang kripto yang paling luas.

Kebijakan work from home (WFH) yang diberlakukan selama masa pandemi telah menyebabkan lonjakan pada lalu lintas internet di Indonesia. Berdasarkan laporan berjudul “Indonesia: The Challenge of Monetizing in a Fast-Growing Market” dari perusahaan content delivery Akamai, lalu lintas internet di Indonesia telah mengalami pertumbuhan sebesar 73 persen pada kuartal pertama 2020.

Di kuartal kedua, angka tersebut terus melambung hingga mencapai 139 persen. Jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun lalu, traffic internet di Indonesia telah mengalami lonjakan sebesar 46 persen.

Menurut Regional Sales Director South Asia Akamai, Matthew Lynn, lonjakan tersebut terjadi seiring perubahan perilaku masyarakat dalam mengerjakan segala aktivitas yang kini berubah menjadi serba online. Peluang ini pun segera dimanfaatkan oleh para pemain media baru untuk berlomba-lomba menyediakan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna, seperti misalnya OTT penyedia on-demand video streaming.

“Pandemi telah meningkatkan permintaan akan layanan konten dan internet yang tidak pernah diduga sebelumnya oleh perusahaan mana pun. Di Indonesia, industri OTT yang sedang berkembang sangat kompetitif,” ujar Lynn dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Kompas.com.

Menurut laporan Akamai, sebanyak 70 persen dari penyedia layanan konten dan internet di Indonesia mengaku memprioritaskan memonetasi bisnis saat melakukan investasi infrastruktur untuk distribusi konten bagi audiens lokal. Video on-demand dipandang sebagai opsi monetisasi yang sustainable, tapi ada juga yang memilih opsi “hybrid” berupa gabungan konten gratis dengan iklan serta langganan berbayar.

Mengutip data Hootsuite dan We Are Social, Akamai mengatakan bahwa menonton video online merupakan aktivitas yang paling banyak dilakukan oleh pengguna internet di Indonesia. Hampir semua pengguna internet (98 persen) Tanah Air mengaku melakukannya tiap bulan. Aktivitas online terpopuler kedua adalah menonton streaming siaran TV (50 persen), disusul oleh bermain game (46 persen), menonton live streaming orang lain yang bermain game (36 persen), serta menonton pertandingan Esports (17 persen).

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia. Apalagi, jumlah pelaku UMKM di Indonesia sangat besar sekali. Asisten Deputi Pemasaran, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Destry Anna Sari mengatakan, dari seluruh pelaku usaha yang ada di Indonesia, 99 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM. Oleh karena itu, sangat wajar jika pelaku UMKM menyumbang 60 persen dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dikutip dari Okezone, Kemenkop UKM menyebut para lelaku UMKM ini berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Diperkirakan pelaku UMKM ini menyerap 97 persen tenaga kerja. Selain itu, ekspor dari para pelaku UMKM juga termasuk salah satu yang tertinggi. Mengingat 14,17 persen ekspor nasional dikontribusikan dari para pelaku UMKM di dalam negeri.

Di tengah terpukulnya perekonomian akibat pandemi COVID-19, Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan beberapa tips untuk pelaku UMKM bisa bertahan di tengah pandemi. Salah satunya adalah dengan terjun untuk jualan lewat digital. Para pelaku UMKM harus melakukan transformasi atau berpindah ke platform digital untuk berjualan. Karena bagi pengusaha yang tidak mau ikut atau pindah ke platform digital akan tertinggal dari yang lainnya.

“Teknologi digital merupakan keharusan bagi pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka kalau tidak menggunakan teknologi digital akan bisa tertinggal untuk mendapatkan keuntungan usaha.”

Apalagi pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Di mana aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi untuk menghindari dan mencegah penularan virus covid-19. Beberapa mereka yang masih bisa bertahan di tengah pandemi ini karena sudah beralih ke digital. Sehingga target pasarnya bisa lebih luas dan juga barang dagangannya bisa tetap laku meskipun ada berbagai macam pembatasan yang dilakukan.

Hal ini, menjadi sebuah langkah yang positif bagi perekonomian negara. Karena pelaku UMKM yang go digital ini lah bisa memperlambat jatuhnya ekonomi lebih dalam lagi dan bisa mempercepat program pemulihan ekonomi nasional pascacovid.

Saat ini pelaku UMKM sangat terpukul bisnisnya lantaran minimnya pemasukan yang disebabkan adanya pandemi COVID-19. Oleh sebab itu mau tak mau pelaku UMKM diminta untuk terjun ke ranah digital, agar penjualannya dan skala bisnisnya bisa meningkat.

Digital & Growth Consultant Jonathan End mengatakan dengan masuknya pelaku UMKM ke ranah digital bisa menemukan pasarnya, sehingga penjualannya akan berpengaruh dan meningkat secara signifikan. Saat ini, sebanyak 175,4 juta masyarakat yang menggunakan internet dan durasi rata-ratanya 7 jam 59 menit.

“Artinya, semua pelanggan mereka sudah ada digital, kalau pelaku UMKM mau bertemu dengan pelanggannya, yah mau enggak mau mereka juga harus terjun ke digital,” ujarnya saat diskusi webinar Perempuan Pelaku UMKM secara virtual, Jumat (18/12/2020), dikutip Kompas.com.

Menurut Jonathan, selain bisa mempertemukan para UMKM dengan pelanggannya, memanfaatkan ruang digitalisasi juga bisa mengefektifkan penjualan. Contohnya, apabila pelaku UMKM harus memerlukan biaya tambahan untuk membayar biaya sewa toko secara offline, kini tinggal memposting foto, mereka akan bertemu langsung dengan pelanggannya sendiri.

“Pelaku UMKM tinggal foto, posting dan pantau. Nanti pelanggan sendiri yang mencari kita, lebih mudah kan dan enggak butuh biaya tambahan,” ucapnya.

Selain itu, apabila pelaku UMKM mau terjun ke ranah digital, mereka harus bisa mengubah pola pikirnya. Sebab, akan ada banyak tantangan yang dihadapi ketika UMKM masuk ke ranah digital. Baik dari sisi kualitas, hingga ketersediaan produk, kata dia, juga harus diperhatikan apabila ingin bertahan lama di pasar digital.

“Sekalipun banyak pelanggan di sana, pesaing juga banyak. Makanya mindset pelaku UMKM harus diubah, mindsetnya jangan dipakai dengan mindset ketika masih berjualan offline, itu jauh berbeda. Harus dipikirkan bagaimana cara bertahan lama di market digital, jangan asal sembarang masuk saja,” ucap dia.

Banyak generasi Y bahkan Z yang bercita-cita menjadi seorang pengusaha. Namun, tak jarang pula mereka yang mau mulai membuka usaha justru takut berwirausaha sebab tidak sedikit dari orang di sekitar yang mungkin membuka bisnis, namun tidak berhasil. Sebenarnya, hal tersebut hanya disebabkan oleh satu hal, yakni ketidakpahaman dalam menjalankan usaha itu sendiri.

Oleh karena itu, agar tidak jatuh pada lubang yang sama, penulis sekaligus wirausahawan asal Amerika Serikat, James Altucher, dalam bukunya yang berjudul Choose Yourself mengungkapkan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis. Melansir dari The Economic Times dikutip dari Tempo, berikut empat di antaranya.

Membaca Peluang
Seorang wirausahawan terkadang harus bertindak sesuai momen yang tepat untuk dapat ‘menunggangi’ momentum. Misalnya, dalam situasi lingkungan yang kekurangan air sedangkan ia memiliki koneksi dengan distributor air. Maka akan menguntungkan untuk membuka depo air. Sebaliknya, bila air berlimpah atau banyak depo di sekitar, maka tentu saja tidak akan efektif membuka jenis usaha tersebut.

Jangan Terlalu Fokus pada Keuntungan
Wirausahawan bukan pedagang yang melulu menghitung untung rugi dagangan. Beberapa bisnis mungkin mengharuskan wirausahawan untuk merugi dulu untuk membangun posisi. Contohnya, bila Anda adalah orang pertama yang membangun warnet di lingkungan.

Mungkin modal besar untuk membangun warnet tidak akan kembali dalam waktu satu atau dua tahun. Tapi setelah itu, mungkin Anda akan menangguk keuntungan. Hal yang sama berlaku pada bisnis startup (online). Seringkali membuka dan memelihara website mewajibkan Anda untuk mengeluarkan biaya terus menerus selama beberapa waktu tertentu.

Selalu Menghadirkan Ide Baru
Jika Anda bukan yang pertama, jadilah yang terbaik. Namun jika Anda tidak bisa menjadi yang terbaik, jadilah berbeda dalam suatu bidang usaha. Nasihat ini perlu dipegang teguh oleh seorang wirausahawan. Jika terjun dalam bidang yang sudah banyak pemainnya, maka tidak adanya faktor pembeda atau ide baru hanya akan menjadikannya bersaing secara nekat. Ini adalah salah satu pemicu jatuhnya satu unit usaha.

Menguasai Usaha Sendiri
Wirausahawan hendaknya menguasai bidang usaha yang ia jalankan sebab terlalu percaya pada orang lain atau menyerahkan segala keputusan kepada orang lain akan berakibat buruk pada usaha yang dikembangkan. Tak heran, beberapa orang bahkan berani menyatakan bahwa usaha itu seperti anak di mana ia harus dirawat dan dibesarkan sendiri.

Foto produk adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan dan krusial ketika usaha kuliner yang dimiliki ingin berkembang pesat. Sebab, foto produk bisa meningkatkan keinginan masyarakat untuk membeli produk yang dijual hingga dikenal lebih banyak masyarakat.

Apabila ingin produk dikenal dan diketahui pembeli, tentunya harus melalui foto produk. Oleh sebab itu dalam menyiapkan foto produk jangan asal sembarang, harus benar-benar semenarik mungkin.

Menurut Presiden Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo), Bedi Zubaedi semakin menarik foto produk yang ditampilkan, tingkat keinginan masyarakat untuk membeli produk tersebut pun semakin tinggi. Sementara itu, Food Blogger @foodirectory Windy Iwandi membeberkan ada 5 tips agar foto makanan bisa terlihat lebih menarik.

Dikutip dari Kompas.com, berikut 5 hal tersebut.

  1. Cahaya yang Cukup

Kunci utama fotografi adalah cahaya yang cukup, oleh sebab itu sebisa mungkin dapatkan cahaya alami dari sinar matahari. Manfaatkan cahaya yang masuk dari jendela, ataupun cahaya dari lampu juga tetap bisa membantu.

  1. Background Netral

Pilihlah latar belakang yang netral untuk menciptakan kesan clean. Latar foto dengan warna netral bisa menggunakan warna cokelat, putih, ataupun motif kayu agar foto lebih fokus ke penataan produk makanan di aja meja.

  1. Manfaatkan Kamera Handphone

Tidak perlu khawatir jika tidak memiliki kamera yang canggih seperti DSLR, sebab smartphone yang ada saat ini sudah sangat canggih. Pelajari saja mode dan fitur yang terdapat dalam smartphone masing-masing.

  1. Close Up

Dalam seni fotografi produk, detail dari makanan harus diambil fokus dengan angle Close Up agar pesan yang ingin disampaikan dari makanan tersebut bisa tersampaikan. Metode close up ini juga menjadi salah satu metode yang paling sering dan mudah untuk dilakukan dan usahakan juga tidak blur ketika mengambil gambar dengan metode ini.

  1. Mainkan Warna Makanan

Pastinya sebuah foto akan lebih menarik setelah diberikan sentuhan editing. Tidak perlu editing terlalu keras, cukup buat warna makanan lebih hidup. Kita bisa pakai aplikasi editing seperti VSCO, Lightroom, Snapseed, dan lainnya. Bagi bisnis kuliner online, foto produk makanan yang menggugah selera sangatlah krusial untuk menarik minat konsumen untuk membelinya.

Bagaimana, gampang bukan? Selamat mencoba!