Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan para operator seluler untuk tidak melakukan perang tarif dan lebih mengutamakan kualitas layanan kepada pelanggan. Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kominfo, Ahmad M Ramli mengatakan saat ini pelanggan tidak lagi menggunakan perangkat selulernya untuk sekadar berkomunikasi, tapi juga melakukan hal lain, seperti belajar dan bekerja, sehingga kualitas layanan menjadi hal yang sangat dipertimbangkan saat penggunaan.

“Kalau operator itu ke depan di 2021 itu masih berpikir perang tarif tanpa memperhatikan dengan sungguh-sungguh quality of service, saya yakin tidak akan bisa menarik perhatian dari penggalan,” dalam acara “Selular Digital Telco Outlook,” Selasa (15/12/2020) dikutip dari ANTARA.

“Kalau misalnya quality of service jelek akan ditinggalkan. Saya mengingatkan operator bagaimana membangun kualitas yang baik kalau mau bersaing dengan ketat dan bersaing dengan unggul di 2021,” Ramli melanjutkan.

Kominfo mengatakan menjamin kualitas layanan tidaklah mudah. Faktor geografis menjadi tantangan terbesar, terlebih Indonesia juga memiliki lebih dari 268 juta penduduk, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan negara tetangga.

“Masalah ini membuat ketergantungan masyarakat kepada mobile broadband di Indonesia juga sangat tinggi. Belum lagi, daya beli masyarakat yang selama pandemi mengalami penurunan,” katanya.

Dalam memastikan kualitas layanan tetap terjaga di mana saja dan kapan saja, diperlukan regulasi untuk mengatur infrastruktur sharing, frekuensi sharing, kemudian migrasi tv analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) di sektor penyiaran. Ramli mengatakan regulasi diperlukan supaya jumlah pengguna internet yang besar ini bisa diimbangi dengan ketersediaan sumber daya yang sangat terbatas, yaitu frekuensi.”

Ramli mengungkapkan indikator-indikator kesehatan industri yang menjadi perhatian pemerintah, utamanya adalah kemampuan pengembangan infrastruktur jaringan untuk memastikan kualitas layanan. Selain itu, kinerja keuangan para operator seluler juga menjadi hal yang diperhatikan. Oleh karena itu, Ramli mendorong terjadinya konsolidasi antar operator.

“Jumlah pemain dan kompetisi di Indonesia yang menurut saya terlalu banyak. Kalau makin kecil, makin mengerucut, makanya kita mendorong terus konsolidasi dan seterusnya agar jumlah pemain makin kecil tetapi kuat,” ujar Ramli.

Para pegiat UMKM tetap harus melakukan inovasi bisnis walau pandemi COVID-19 masih melanda demi bisa beradaptasi, tetap hidup bahkan meningkat omset mereka. Mereka harus memikirkan strategi sekaligus memikirkan langkah kedepan termasuk meningkatkan omset, salah satunya dengan beradaptasi dengan teknologi seperti keberadaan marketplace dan media sosial.

Teknologi kini menjadi salah satu penopang terbesar di sektor bisnis, apalagi dengan keberadaan internet. Kini, mau jualan apa saja bisa dengan mudah melalui internet, baik itu dari marketplace atau media sosial seperti Instagram. Jadi dibutuhkan strategi berbisnis yang lebih inovatif lagi di tahun depan, guna meningkatkan omset dari hasil jualan online.

Di sisi lain, ada empat hal yang bisa pegiat UMKM perlu lakukan untuk meningkatkan omset bisnis online pada 2021 menurut Bitlabs. Berikut pembahasannya.

Riset Tren Produk
Lakukan dulu riset mengetahui apakah produk yang akan Anda pasarkan merupakan produk yang dicari banyak orang atau tidak. sekaligus menghindari upaya yang sia-sia, apabila ternyata produk yang Anda pilih tidak ada peminatnya. Selain itu, produk yang tepat dengan perencanaan harga jual yang sesuai akan membantu Anda untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah tanpa harus takut rugi dalam biaya promosi.

Maksimalkan Channel Marketplace
Jika Anda sudah menemukan produk yang tepat, ini saatnya Anda untuk memperbanyak channel marketing produk seperti melalui marketplace atau wadah bagi para pemula untuk berbisnis online. Untuk mendapatkan hasil terbaik, ada cara-cara yang tepat pula dalam menggunakan marketplace. Misalnya, Anda perlu memilih judul penjualan produk yang banyak dicari konsumen, meletakkan iklan di marketplace yang tepat untuk meningkatkan brand awareness produk Anda, atau menggunakan gambar yang kredibel dan meyakinkan. Gambar yang lebih riil, akan lebih menarik konsumen, walaupun harga jual yang Anda miliki lebih tinggi dibandingkan dengan lapak lainnya.

Optimalkan Kreativitas Marketing di Instagram
Selain marketplace, Instagram merupakan salah satu channel terbaik untuk menjalankan bisnis online. Dalam memanfaatkan platform ini, ada tips untuk Anda, pertama: buat nama akun Instagram yang sesuai, unik dan menarik konsumen. Anda dapat melakukan riset terhadap kata kunci apa yang paling sering dicari oleh market produk yang akan dijual sehingga, ketika konsumen mencari produk yang dibutuhkan, akun Anda akan menjadi relevan.

Hal ini dapat berdampak pada peningkatan jumlah impression, engagement, dan follower akun Anda, yang juga dapat meningkatkan omset penjualan.

Kedua: riset konten yang akan dibuat. Konten merupakan sarana komunikasi Anda untuk menyampaikan pesan ke market. Konten yang tepat mampu meningkatkan jumlah follower akun Anda tanpa butuh waktu lama, terlebih apabila konten yang Anda miliki tersebut unik, hal ini dapat membuat konten Anda berpotensi dilihat oleh jutaan audiens.

Ketiga: gunakan hashtag atau tagar yang tepat sebagai sarana akses kepada audiens supaya konten Anda dapat dilihat dan diketahui banyak orang. Anda juga dapat mempertimbangkan apakah hashtag yang dipilih mampu membawa konten Anda menjadi konten populer atau tidak.

Pilih tagar dengan tingkat persaingan rendah terlebih dahulu di awal, agar potensi masuk ke kategori konten populer semakin tinggi. Semakin banyak konten yang masuk ke kategori populer, maka semakin tinggi pula engagement yang didapat dan semakin tinggi engagement, potensi follower Anda meningkat akan semakin tinggi pula.

Bentuk Strategi Sebelum Membuat Website
Sebagian orang menganggap apabila sudah memiliki website, lantas akan banyak pula orang yang langsung memesan produk melalui website tersebut. Padahal, untuk membuat website yang dapat dikunjungi banyak orang, diperlukan strategi yang tepat.

Mulailah dari pencarian nama website yang mudah diingat, memancing calon pengunjung untuk mampir ke website Anda dan mau memberikan data seperti email atau nomor telepon, hal ini menjadi penting karena dengan adanya data-data tersebut, Anda dapat sekaligus menawarkan produk lain tanpa harus mengeluarkan biaya promosi.

Selain itu kecepatan website yang ringan saat dibuka, kata kunci apa yang di target dalam artikel juga penting agar website bisa muncul di halaman pertama Google.

Siapa yang tidak ingin punya bisnis layaknya Amazon milik Jeff Bezos? Keberhasilan sosok Bezos dalam menggarap bisnisnya membuat para wirausaha ingin meniru strateginya. Walau begitu, tahukah Anda bahwa Bezos sendiri tidak memulai bisnisnya dengan mulus? Bahkan pada awalnya, Jeff Bezos hanya memiliki 10 karyawan di Amazon!

Seiring berjalannya waktu, Amazon berubah menjadi perusahaan dengan profit tinggi. Hal tersebut tidak lepas dari strategi bisnis jitu yang dianut oleh Bezos. Dalam beberapa kesempatan, Bezos turut memberikan saran bisnis untuk para pemula.

Dikutip dari Entrepreneur dan Business Insider, berikut adalah saran Jeff Bezos jika Anda ingin memulai bisnis.

Fokus Pada Keinginan Konsumen

Menurut Jeff Bezos, penting bagi Anda untuk fokus pada keinginan pelanggan. Dengan Anda paham dengan apa yang diinginkan konsumen Anda, maka bisnis dengan sendirinya berjalan. Di acara 2012 re:Invent conference, Bezos menyatakan jika kita membuat sesuatu sesuai dengan kebutuhan pelanggan, bisnis Anda juga akan berjalan dengan baik.

Fokuslah pada bisnis dan pelanggan Anda, bukan pada kompetitor. Carilah apa yang dibutuhkan pelanggan. Kemudian, kesimpulan apa penyebab dan solusi bagi kebutuhan pelanggan.

Bersemangat, Fokus Pada Visi dan Flexible

Saran bisnis untuk pemula selanjutnya adalah bersemangat. Semangat untuk memulai bisnis Anda sangat penting. Tanpa Anda bersemangat, Anda tidak akan berniat untuk merintis bisnis impian. Buat visi yang jelas mengenai bisnis yang akan Anda mulai.

Tanamkan visi tersebut pada pikiran dan selalu berpegang teguh pada hal itu. Di saat yang bersamaan, Anda juga harus fleksibel. Jeff Bezos menekankan jika Anda tidak fokus pada misi, maka Anda akan cepat menyerah. Sedangkan fleksibel sangat penting agar bisa melihat suatu masalah dari beberapa sisi. Kemudian bisa mencari solusi dengan berbagai cara.

Berani Mengambil Risiko

Jeff Bezos menyarankan para pebisnis pemula untuk berani mengambil risiko. Pikirkan jenis atau potensi bisnis yang lain dari yang lain, dan juga berpotensi bisa bertahan hingga 10 tahun ke depan. Jeff Bezos memulai bisnis Amazon nya pada 1994. Dia melihat melihat potensi di masa depan, saat internet menjadi ujung tombak kehidupan.

Jika Anda ingin mengikuti jejak Bezos, maka ambil risiko yang ada. Kemudian, rencanakan bisnis yang akan bertahan hingga 10 tahun ke depan. Jeff Bezos juga menyarankan agar tidak mengikuti tren yang ada. Memang bisnis Anda akan cepat in, tetapi tren selalu berubah.

Jangan Takut Gagal

Saran bisnis dari Jeff Bezos untuk pemula selanjutnya adalah jangan takut gagal. Jeff Bezos mengatakan, jika kegagalan merupakan seni dari menjalankan bisnis. Eksperimen yang Anda lakukan, mungkin satu dua tidak akan sukses. Namun demikian, Anda bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut.

Evaluasi segala hal yang menyebabkan kegagalan bisnis tersebut. Cari solusi yang tepat, dan mulai bereksperimen lagi. Kegagalan bukan hal yang buruk. Anda gagal, tidak apa-apa. Tetapi, jangan terlalu larut dalam kegagalan, segeralah bangkit dan mulai merintis bisnis Anda kembali. agar sukses berbisnis

Masuk ke pasar global adalah cita-cita semua pengusaha, tak terkecuali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Walau begitu, tak jarang banyak dari pengusaha UMKM yang tidak mengetahui cara supaya bisa go global alias menembus pasar dunia.

Country Head for Public Policy Lazada Indonesia (Alibaba Group) Waizly Darwin membeberkan setidaknya ada 5 hal yang harus diperhatikan ketika UMKM ingin terjun ke pasar global. Kelima hal itu ialah 5M: Mindset, Market Knowledge, Marketing, Management, dan Money.

Menurut Darwin saat jumpa pers virtual BRIlianpreneur 2020, Rabu (9/12/2020), 5M ini harus dipersiapkan betul-betul oleh pelaku UMKM. Pasalnya, memiliki uang yang banyak tidak akan cukup untuk terjun ke pasar global. Namun lebih dari itu, dia mengatakan, memiliki mindset yang mendukung dan mau untuk terus belajar juga salah satu kuncinya.

Darwin mengakui, banyak sekali pengusaha yang terjun ke market online, namun sayangnya banyak juga yang tidak bisa bertahan lama. Banyak yang pindah dari offline ke online itu gagal. Hal ini disebabkan karena mindsetnya yang keliru.

Untuk itu, ketika pengusaha sudah terjun ke pasar global, manajemen yang dimiliki ketika mengurus usahanya, tidak boleh berantakan. Cara mengeksekusi dan mempertahankan bisnisnya pun harus tetap dijaga dengan optimal. Dengan demikian, kalau memang mau terjun ke pasar global tidak cukup hanya bermodalkan uang saja.

Pada akhir 2020 diperkirakan lebih dari 1 miliar orang atau 15 persen dari penduduk dunia akan tinggal di wilayah dengan cakupan 5G. Pada akhir tahun ini, diperkirakan terdapat 220 juta pelanggan 5G secara global. Hal ini terungkap dalam Ericsson Mobility Report.

Laju pengimplementasian teknologi 5G dalam hal langganan dan cakupan populasi diketahui menjadi yang tercepat dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, termasuk di Asia Tenggara dan Indonesia. Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper mengatakan di Asia Tenggara dan Oseania, lalu lintas data seluler terus tumbuh secara stabil dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 33 persen untuk jangka waktu tersebut.

“Di Indonesia, 5G akan berperan penting dalam mengelola lalu lintas data efisien bagi penyedia layanan serta memungkinkan mereka untuk meningkatkan layanan digital yang telah ada maupun use case seperti video streaming, sports streaming, mobile gaming, dan layanan smart home,” imbuhnya.

Ericsson juga memprediksi empat dari setiap sepuluh pelanggan seluler pada 2026 akan menjadi pelanggan 5G. Pada 2026, 60 persen penduduk dunia akan memiliki akses ke layanan 5G, dengan pelanggan 5G diperkirakan mencapai 3,5 miliar, menyumbang lebih dari 50 persen lalu lintas data seluler pada saat itu.

Di Asia Tenggara dan Oseania, 5G diperkirakan menjadi teknologi terpopuler kedua setelah LTE pada 2026, dengan jumlah pelanggan lebih dari 380 juta dan menyumbang 32 persen dari semua pelanggan seluler. Ericsson Mobility Report menyoroti mengapa keberhasilan 5G tidak hanya terbatas pada cakupan atau jumlah pelanggan saja. Keberhasilan juga akan ditentukan oleh use case dan aplikasi baru, di mana yang pertama sudah mulai muncul.

Menurut laporan “Harnessing the 5G Consumer Potential” baru dari Ericsson ConsumerLab, pasar konsumen 5G dapat bernilai 31 triliun dolar AS pada 2030 secara global, dengan penyedia layanan komunikasi (CSP) menghasilkan 3,7 triliun dolar AS dari jumlah tersebut. Di Asia Tenggara, India, dan Oseania, laporan tersebut memperkirakan bahwa penyedia layanan komunikasi dapat meraih pendapatan senilai 297 miliar dolar AS dari konsumen 5G pada 2030.

Sebanyak 79 persen dari pendapatan penyedia layanan digital 5G, yang diperkirakan mencapai 7,5 miliar dolar AS pada 2030, akan didorong oleh video dan musik HiFi, yang ditingkatkan. Layanan digital 5G, termasuk video, musik, gaming, augmented/virtual reality, dan layanan IoT konsumen.

Tugas dari perencana keuangan ialah memberi saran kepada kliennya bagaimana menggunakan uang untuk menutupi biaya, mencapai tujuan, dan membangun kekayaan. Jadi tidak mengherankan apabila para perencana mereka memiliki beberapa trik penganggaran bagaimana caranya menabung lebih banyak, membelanjakan lebih sedikit, dan berhemat.

Penganggaran ini juga cocok saat kami bersiap untuk menghadapi masa-masa krisis, seperti di masa pandemi COVID-19 ini. Untuk itu, simak trik-trik penganggaran ala perencana keuangan.

  1. Gunakan Pendekatan Zero-sum

Perencana keuangan dari Piece of Wealth Planning di Atlanta, Jovan Johnson menyarankan pendekatan zero-sum untuk setiap uang yang kamu miliki. Pendekatan ini nantinya membuat klien menggunakan uang dengan baik-baik untuk membayar tagihan, membelanjakan sesuatu, atau menggunakannya untuk membangun kekayaan di masa depan.

Pendekatan zero-sum pada dasarnya juga mengubah tujuan investasi dan tabungan menjadi tagihan bulanan. Dengan begitu, kamu bisa memastikan setiap uang harus dibelanjakan, disimpan, atau diinvestasikan dengan benar.

  1. Labeli Tabungan Tujuan Jangka Pendek

Menabung untuk semua tujuanmu di satu tempat yang sama bukanlah cara paling efisien untuk dilakukan. Utamanya ketika kamu juga menyimpan tabungan jangka panjang di sana, seperti dana darurat yang dicampur dengan tabungan jangka pendek, seperti dana liburan bersama.

Tabungan yang menyatu sulit untuk melacak tujuanmu dan berpotensi menggerus tabungan jangka panjang. Untuk menghindari pengeluaran berlebihan, labeli setiap tabunganmu.

Miliki akun untuk tujuan tertentu, seperti dana darurat atau dana liburan. Setelah dana liburan itu habis, kamu harus mengisinya kembali. Memiliki akun tabungan yang dilabeli dengan tujuan tertentu membuatmu tidak dapat memanfaatkan akun lain untuk mengeluarkan uang berlebih.

  1. Biaya Rumah Tak Lebih dari 30 Persen

Perencana keuangan dari Ignite Financial Planning di Seattle, Riley Poppy memberi tahu kliennya untuk menganggarkan biaya rumah, utamanya saat berencana membeli rumah. Biaya rumah ini wajibnya tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan bulanan.

Banyak perencana keuangan mengatakan 28 persen dari pendapatan kotor. Itu yang populer. Tapi menurut Poppy, 30 persen dari gaji juga cukup bagus.

  1. Hidup dengan 70-80 Persen Pendapatan

Rencanakan hidupmu dengan menggunakan 70-80 persen pendapatan bulanan. Hal ini dapat membantumu menabung untuk tujuan tertentu dan menghindari pengeluaran berlebihan. Pasalnya, hidup menggunakan semua pendapatan sepanjang waktu bisa membuatmu belanja yang tidak perlu dan tertinggal untuk tujuan jangka panjang, seperti pensiun atau tabungan kuliah anak-anakmu.

Begitu kamu terbiasa dengan gaya hidup yang baru ini, kamu tidak akan melewatkan 20-30 persen sisanya untuk ditabung. Jika kamu dapat hidup dari 70 persen hingga 80 persen secara konsisten, itu akan membentuk kebiasaan yang cukup baik.

Transaksi ritel online pada tanggal kembar seperti 8.8, 10.10, dan 12.12 makin populer di Indonesia. Menurut Laporan Seasonal Sales Dashboard dari Crite, penjualan ritel daring pada tanggal kembar seperti 10 Oktober, 11 November, dan 12 Desember mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penjualan ritel daring dari 1 sampai 28 Juni tahun yang sama dirata-ratakan.

Criteo juga menemukan bahwa 12 Desember alias 12.12 yang kini dinamakan HARBOLNAS (Hari Belanja Online Nasional) sebenarnya adalah yang paling tinggi peningkatannya. Dengan kata lain, di Indonesia, 12 Desember merupakan momen belanja daring terbesar. Sejalan dengan temuan tersebut, 12 Desember 2020 yang akan datang sewajarnya menjadi momen belanja daring terbesar tahun ini di tanah air. Apalagi, penjualan ritel daring pada tanggal kembar sejak 7 Juli 2020 sampai 11 November 2020 telah terbukti meningkat di Indonesia.

“Festival belanja di tanggal kembar (Double Day) terus menjadi momen ritel utama untuk wilayah kami. Khususnya, di Indonesia, di mana kami terus melihat rekor baru dalam penjualan ritel online dan traffic retail pada tanggal ini setiap tahun,” ucap Pauline Lemaire, Director of Account Strategy for Large Customers, SEA, Hong Kong and Taiwan.

Mengingat perubahan lanskap dan perkembangan yang terjadi saat ini sebagai akibat dari pandemi, peritel perlu memanfaatkan peluang 12.12 tahun 2020 untuk meraih pelanggan dan mendongkrak penjualan. Berdasarkan data Criteo, penjualan ritel daring di Indonesia pada 10 Oktober 2019 mengalami peningkatan sebesar 268 persen dan pada 11 November 2019 mengalami peningkatan sebanyak 196 persen.

Sementara, untuk 12 Desember 2019, peningkatannya adalah 304 persen. Seperti telah disebutkan, peningkatan itu dibandingkan penjualan ritel daring dari 1 sampai 28 Juni 2019 dirata-ratakan. Adapun untuk tahun 2020, besarnya peningkatan penjualan ritel daring di Indonesia pada 10 Oktober adalah 199 persen dan banyaknya peningkatan penjualan ritel daring di Indonesia pada 11 November adalah 274 persen.

Besarnya peningkatan tahun 2020 ini adalah ketika dibandingkan dengan penjualan ritel daring dari 1 sampai 28 Juni 2020 dirata-ratakan. Tak hanya itu, pada tanggal kembar 7.7, 8.8, dan 9.9 tahun 2020 juga terjadi peningkatan penjualan ritel daring di Indonesia. Namun besarannya tidak setinggi 10.10 dan 11.11. Pada 7 Juli 2020 peningkatan penjualan ritel daring di Indonesia adalah 32 persen, pada 8 Agustus 2020 peningkatannya adalah 66 persen, dan pada 9 September kenaikannya adalah 98 persen.

Di Asia Tenggara sendiri tren yang serupa juga terjadi. Hanya saja, berbeda dengan Indonesia, momen belanja daring terbesar di Asia Tenggara adalah 11 November alias singles day. Di Asia Tenggara, pada 11 November 2019 contohnya terdapat peningkatan penjualan ritel daring sebanyak 447 persen.

Pandemi COVID-19 mempengaruhi perilaku belanja orang Indonesia. Masyarakat yang sebelumnya belanja secara offline di gerai fisik, kini mulai beralih ke belanja online. Menurut laporan perusahaan teknologi periklanan, Criteo, ada sebanyak 49 persen konsumen belanja online di Indonesia yang mengunduh aplikasi belanja online untuk pertama kali, maupun sebagai aplikasi tambahan. Aplikasi belanja online yang diunduh mulai dari retail, aplikasi pesan-antar makanan, grosir, dan masih banyak lagi.

“Ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan oleh e-commerce atau brand untuk menjangkau pelanggan baru atau menggaet pelanggan lebih banyak lagi,” Mochamad Ikrar Pradana, Account Strategist Criteo Asia Tenggara dalam webinar Criteo, Kamis (3/12/2020), dikutip dari Kompas Tekno.

Laporan ini senada dengan laporan yang dihimpun oleh Google dan Temasek. Dalam laporan berjudul “e-Conomy SEA 2020”, 37 persen pengguna internet di Indonesia pada 2020 adalah pengguna internet baru. Hal ini turut mendorong jumlah unduhan aplikasi-aplikasi baru, termasuk aplikasi belanja online.

Selain itu, e-commerce juga menjadi sektor yang mengalami pertumbuhan paling pesat di Indonesia. E-commerce tumbuh 54 persen atau 32 miliar dollar AS (sekitar Rp 454 triliun) pada tahun 2020. Kembali ke laporan Criteo, kondisi ini juga membuat konsumen yang berbelanja online di Indonesia mulai “bersahabat” dengan iklan yang sesuai dengan mereka.

Pada kuartal III-2020, Criteo mencatat sebanyak 78 persen konsumen belanja online Indonesia mengklik iklan dalam aplikasi dalam enam bulan terakhir. Sebanyak 53 persen dari jumlah tersebut, melakukan pembelian setelah membuka iklan. Ikrar menyarankan agar para brand bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas target pasarnya.

“Selain dari promosi dan diskon, brand bisa fokus bagaimana caranya agar iklan bisa disampaikan dan dikomunikasikan kepada pengguna yang sudah mulai terbuka menerima iklan dari brand,” imbuh Ikrar.

Tren teknologi disruptif diperkirakan akan terjadi mulai tahun 2021 dan seterusnya. Hal ini mencerminkan dampak pandemi COVID-19 pada percepatan transformasi digital yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan prediksi tren teknologi “Future Disrupted: 2021” yang diungkap perusahaan penyedia teknologi dan layanan global, NTT Ltd. ada lima tren utama teknologi disruptif yang menjanjikan untuk membantu bisnis mewujudkan keselamatan dan keamanan, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan mengurangi beban pada lingkungan.

Tren tersebut berfungsi sebagai panduan bagi para pebisnis yang ingin menangkap peluang dan manfaat yang dibawa oleh teknologi ini. Lantas apa saja kelima tren tersebut? Berikut penjelasannya:

1. APN (All-photonics networks) akan memperkuat komunikasi global
APN akan mengaktifkan transmisi informasi end-to-end antara terminal dan server yang akan memungkinkan kita untuk melakukan operasional dalam lingkungan komunikasi berkelanjutan secara intensif dengan menggunakan daya yang sangat rendah

2. Teknologi Cognitive Foundation (CF) akan menghubungkan dan mengontrol segalanya
Pengelolaan terpusat dan alokasi sumber daya TIK yang cerdas akan memberikan kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai informasi sensor – seperti: suara, video atau lainnya – untuk mendukung inisiatif Internet of Things (IoT).

3. Digital twin computing (DTC) akan memungkinkan analisis prediksi dengan mengintegrasikan dunia nyata dan virtual
DTC akan menguji lingkungan yang berbeda dengan menyalin, menggabungkan, dan menukar berbagai digital twins dari ‘benda’ dan orang secara bebas. Informasi ini akan diintegrasikan ke dalam aplikasi seperti sistem prediksi kemacetan lalu- lintas dan dapat membuat prediksi yang akurat di bidang pengendalian penyakit.

4. Evolusi ‘citizen developer’ dan otomatisasi proses robotik akan membentuk kembali bisnis
Pembangunan platform-platform berkode rendah/tanpa kode memungkinkan siapa saja untuk membuat aplikasi bisnis dengan menggunakan data perusahaan mereka sehingga menjadi pembeda yang signifikan bagi bisnis. Pendekatan ‘citizen developer’ juga memanfaatkan otomatisasi proses robotik untuk mengotomatiskan proses bisnis tertentu, dengan demikian memungkinkan karyawan menghabiskan waktu untuk pekerjaan yang bernilai lebih tinggi.

5. Komputasi kuantum dan edge akan mengantarkan era baru komputasi
Lebih banyak pekerjaan komputasi yang dapat dilakukan secara lokal di edge, daripada di pusat cloud yang dapat menyebabkan penundaan. Misalnya, sistem komputer pada visualisasi mobil akan memproses dan mengenali gambar dengan langsung, dibandingkan dengan harus lebih dulu mengirimkan informasi tersebut ke cloud untuk melakukan verifikasi.

Ketika tren teknologi disruptif ini sudah ada di depan mata, dalam waktu dekat, tren ini akan mendorong kebutuhan terhadap transformasi digital karena memungkinkan bisnis untuk memberikan pengalaman pelanggan dan karyawan yang superior, lebih terhubung, mulus dan positif. Karena itu, NTT Ltd. memprediksi bahwa transformasi digital pada tahun 2021 akan menjadi suatu keharusan bagi dunia usaha, bukan suatu pilihan lagi.

Seperti yang terungkap dalam 2020 Global Customer Experience Benchmarking Report dari NTT, pengalaman karyawan dan pelanggan yang positif (Employee eXperience EX & Customer eXperience CX) akan menjadi landasan bagi strategi bisnis yang dibangun di masa depan. Hal ini didukung oleh penelitian NTT lebih lanjut, di mana 72 persen organisasi Asia Pasifik mengutip peningkatan CX sebagai faktor utama yang mendorong transformasi digital mereka.

Saat ini mobile game sedang menjadi tren di dunia tidak terkecuali di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, selama pandemi banyak pengguna yang menghabiskan waktu di rumah dengan bermain game Berdasarkan laporan Newzoo, industri mobile game di Asia Tenggara menghasilkan lebih dari 4,3 miliar dollar AS pada 2019. Angka itu melampaui gabungan industri game PC dan konsol yang hanya menghasilkan 1,4 miliar dolar AS.

Situasi serupa juga terjadi di Indonesia. Melansir laman Statista, pendapatan industri mobile game di dalam negeri diprediksi akan mencapai 672 juta dollar AS pada 2020. Angka itu naik 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan industri mobile game di Indonesia tidak terlepas dari banyaknya pilihan game dengan mode multiplayer yang memungkinkan para pemainnya untuk berinteraksi satu sama lain.

Terbukti, beberapa game berbasis multiplayer, seperti Free Fire, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), dan PlayerUnknown Battlegrounds Mobile (PUBGM), berada dalam daftar game terlaris Google Play Store. Ekosistem olahraga elektronik atau e-sport mulai terbangun di Indonesia, menyusul kehadiran tim e-sport lokal yang semakin bermekaran dengan jumlah fanbase besar. Misal saja, tim Evos Esports, yang memiliki divisi MLBB, Arena of Valor (AoV), PUBGM, Free Fire (FF), dan Call of Duty Mobile (CODM) untuk mobile game. Tim ini memiliki sekitar 4,4 juta followers Instagram per Selasa (24/11/2020).

Sementara itu, Aura Esports yang memiliki divisi MLBB, PUBGM, dan FF menyusul di posisi kedua dengan 3,2 juta followers. Lalu, Team Rex Regum Qeon (RRQ) menempati posisi ketiga dengan 2,4 juta followers. Skena mobile game di Indonesia semakin menarik dengan kehadiran turnamen-turnamen prestisius.

Contohnya, turnamen Piala Presiden Esports (PPE) 2020 yang digelar Februari 2020. Turnamen ini berhasil menggaet lebih dari 177.000 pemain yang tergabung dalam 84.000 tim. Ada dua mobile game yang dipertandingkan di ajang ini, yakni FF dan Mobile Premiere League (MPL). Tak hanya dari Indonesia, turnamen tersebut juga melibatkan pemain-pemain dari region Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Kamboja. Mereka memperebutkan total hadiah senilai Rp1,6 miliar.

Selain itu, MLBB juga memiliki turnamen berskala regional yang tidak kalah prestisius, yakni Mobile Legends Professional League Invitational (MPLI). Pada penyelenggaraan musim ke-6, ONE Esports menggandeng developer MLBB, Moonton, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Turnamen ini melibatkan 20 tim Esports dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Singapura. Tak main-main, tim peserta akan memperebutkan total hadiah senilai 100.000 dollar AS atau sekitar Rp1,4 miliar.