Pertumbuhan industri Esports diprediksi terus tumbuh tahun ini. Newzoo, perusahaan riset dan analisa pasar game memperkirakan industri esports memiliki pendapatan lebih dari 1 miliar USD (sekitar Rp14,4 triliun) di tahun 2021. Sebagian besar pendapatan itu diproyeksikan datang dari hak media dan sponsor seiring dengan pertumbuhan penonton live streaming untuk Esports.

“Pendapatan Esports global akan mencapai 1,1 miliar USD pada akhir 2021, pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 14,5 persen dari tahun 2020 yang sebesar 947,1 juta USD,” kata Newzoo dalam situs resminya, dikutip dari ANTARA, Rabu (10/3/2021).

Lebih dari 75 persen pendapatan atau sekitar 833,6 juta USD (sekitar Rp12 triliun) diproyeksikan berasal dari hak media dan sponsor. Adapun 10 persen pendapatan lainnya diprediksi berasal dari live streaming. Pendapatan streaming ini diprediksi akan melebihi 1,1 miliar USD pada 2024,” ujar Newzoo.

Proyeksi pertumbuhan ini dinilai juga disebabkan pandemi COVID-19, dimana lonjakan pemirsa dialami seluruh platform streaming. Newzoo memperkirakan akan ada pertumbuhan penonton dalam streaming tahun ini. Walau begitu, mereka lebih berharap “stabilisasi setelah pandemi mereda.” Newzoo memiliki ekspektasi sama untuk audiens khusus Esports.

Adapun ketidakstabilan yang disebabkan oleh pandemi telah berdampak negatif pada aliran pendapatan utama Esports. Salah satunya ialah berkurangnya pendapatan tiket lantaran sejumlah pembatalan acara tatap muka. Hal ini disinyalir juga berdampak langsung pada penjualan merchandise.

Walau begitu, Newzoo meyakini pandemi tidak diragukan lagi telah menggarisbawahi ketahanan ekosistem regional untuk pasar esports yang lebih luas. Ini dapat merubah strategi dan memastikan pasar Esports yang lebih aman di masa yang akan datang.

“Terlebih lagi, organisasi tim mulai melakukan diversifikasi lebih banyak, yang juga dapat mendorong pasar yang lebih stabil di tahun-tahun mendatang,” tulis Newzoo.

Pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19 hanya bisa diraih melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Hal itu diungkapkan Presiden RI, Joko Widodo saat membuka Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Untuk itu Jokowi mendorong BPPT untuk menjadi otak pemulihan ekonomi nasional, sekaligus untuk menguatkan ekosistem inovasi teknologi di Indonesia.

“Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan BPPT agar bisa menjadi otak pemulihan ekonomi secara extraordinary. Pertama, BPPT harus berburu inovasi dan teknologi untuk dikembangkan dan dan siap diterapkan,” ujarnya dalam sambutannya dikutip dari Setkab.go.id.

Kedua, Presiden menekankan bahwa BPPT harus menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari manapun. Pasalnya, teknologi sekarang ini berjalan sangat cepat sekali dan teknologi yang kita butuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional mungkin saja belum diproduksi di dalam negeri.

“Jadi strategi akuisisi teknologi dari luar negeri menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi kita,” kata Presiden menegaskan.

Untuk itu, Kepala Negara meminta BPPT untuk menyiapkan strategi akuisisi teknologi dari luar negeri yang sangat bermanfaat dan bisa diimplementasikan secara cepat di Indonesia.

“Kita harus memulai untuk tidak sekadar membeli turnkey teknologi. Ini penting sekali. Ini sering kita hanya terima kunci, terima jadi. Akhirnya berpuluh-puluh tahun kita tidak bisa membuat teknologi itu,” ujarnya.

Ketiga, Presiden meminta agar BPPT menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia. Saat ini, imbuhnya, dunia dihadapkan pada perang kecerdasaan buatan atau artificial intelligence (AI) di mana negara yang berhasil menguasai AI tersebut berpotensi menguasai dunia. Untuk itu, peran BPPT yang mampu memproduksi teknologi sendiri sangat dibutuhkan. Termasuk untuk bersinergi dengan talenta-talenta diaspora, peneliti-peneliti di universitas, start up teknologi, dan anak-anak muda yang sangat militan.

“Ini tolong BPPT Bangun mesin AI induk yang bisa memfasilitasi gotong royong antar inovator dan peneliti. Memfasilitasi kecerdasan komputer dan kecerdasan manusia untuk mendukung pemulihan ekonomi yang tidak konvensional dan sekaligus efektif,’ ujarnya.

Rakernas BPPT 2021 kali ini bertujuan untuk merencanakan dan menjalankan program dan inovasi-inovasi Indonesia yang strategis, fokus, dan terukur dengan mengedepankan reformasi birokrasi melalui budaya kerja transformasi digital. Rapat ini juga menetapkan penguatan peran pengajian dan penerapan teknologi melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter, terampil, dan siap bekerja keras, dengan semangat BPPT yang solid, cerdas, dan cepat.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek), BPPT merupakan salah satu lembaga yang berfungsi untuk menumbuhkembangkan teknologi maupun pendayagunaan teknologi serta bertanggung jawab menghasilkan inovasi harus melakukan sejumlah hal penting untuk dapat menghasilkan kemajuan dan pemanfaatan teknologi tepat guna yang dibutuhkan di masa mendatang.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Februari 2021 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2021 sebesar 85,8, sedikit meningkat dari 84,9 pada Januari 2021.

“Keyakinan konsumen terpantau menguat pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp1-3 juta per bulan. Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di 7 kota yang disurvei, dengan kenaikan tertinggi di kota Surabaya, diikuti oleh Manado dan Makassar,” tulis BI dilansir dalam siaran pers BI, Senin (8/3/2021), dikutip dari Setkab.go.id.

Disebutkan, keyakinan konsumen yang membaik pada Februari 2021 ini didorong oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Hal ini dilihat dari aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, maupun ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

“Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap positif dan relatif stabil dibandingkan dengan ekspektasi pada bulan sebelumnya, ditopang oleh ekspektasi terhadap penghasilan ke depan.”

Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Konsumen di website Bank Indonesia.

Masifnya penterasi digital di sektor keuangan berimbas pada meningkatnya antusiasme konsumen terhadap layanan perbankan. Di era yang serba praktis ini, jasa keuangan pun harus berinovasi demi menghadirkan produk yang praktis dan nyaman bagi para nasabahnya. Hal ini membuat industri perbankan Indonesia turut beralih menuju era digital.

Beberapa bank digital telah eksis di Tanah Air. Mereka pada umumnya memiliki segmen konsumen yang berbeda dengan bank konvensional. Begitu pula dalam hal esensi bisnisnya, bank digital berbeda dengan bank konvensional, maupun fintech.

Salah satu pelaku industri ini, Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menilai segmen milenial menjadi target yang ideal untuk bank digital, lantaran generasi ini dinilai lebih melek terhadap teknologi. Kaum Milenial juga diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang. Tak heran apabila Bank Neo Commerce membidik segmen kaum milenial.

“Penterasi digital semakin masif di sektor perbankan. Masyarakat menilai berbagai layanan digital bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan,” kata Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan dalam keterangan pers, Senin (8/3/2021).

Dirinya mengakui saat ini alternatif untuk produk perbankan juga semakin banyak, baik yang disediakan oleh bank digital maupun bank yang sedang bertransformasi digital.

“Dengan kami berubah visi ke digital, kami total masuk ke segmen baru yakni milenial. Tapi kami tidak akan meninggalkan segmen yang sudah ada. Kami bahkan berinovasi dengan segmen yang sudah ada.”

Sementara itu, bank (konvensional) yang sedang bertransformasi menuju digital akan tetap memprioritaskan nasabah lama, sembari menambah layanan-layanan digital untuk memberikan kemudahan lainnya.

Teknologi dalam proses perbankan dari awal hingga akhir sendiri menjadi faktor pembeda dari bank digital dan konvensional. Jika di konvensional masih terdapat aktivitas manual, sedangkan bank digital sepenuhnya ditangani oleh sistem. Untuk itu bank digital harus terus mengedepankan prinsip utama perbankan layaknya bank konvensional, yakni “trust” atau kepercayaan.

“Saat bank bertransformasi menjadi digital, key point adalah security. Justru dengan bertransformasi, security akan meningkat, dalam artian proses perbankan diubah menjadi digital atau seamless dari awal hingga akhir. Dalam hal ini, sistem yang melakukannya,” kata dia.

Sementara terkait perbedaannya dengan fintech, bank digital dan fintech memiliki perbedaan di esensi bisnisnya. Jika bank memiliki kegiatan utama menghimpun dana simpanan dan menyalurkan kredit, fintech memiliki esensi yang tidak sama seperti pada bank.

“Esensi bisnis bank adalah business trust, sedangkan fintech merupakan institusi pilihan juga dengan trust yang penting, namun dengan esensi tidak sama seperti pada bank,” ucap Tjandra menjelaskan.

Sekadar informasi, Bank Neo Commerce Tbk semula bernama Bank Yudha Bhakti, sebelum diakuisisi oleh fintech Akulaku di tahun 2019. Di tahun 2020, BBYB berhasil meraup laba bersih Rp15,8 miliar pada 2020, turun tipis 0,8 persen dari pencapaian tahun 2019 senilai Rp 16 miliar.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan untuk tak menaikkan tarif listrik untuk pelanggan non-subsidi periode 1 April hingga 30 Juni 2021 (kuartal II 2021). Dengan demikian, tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan masih tetap atau tidak mengalami perubahan.

“Dengan demikian, tarif tenaga listrik untuk pelanggan non subsidi baik tegangan rendah, tegangan menengah maupun tegangan tinggi tetap mengacu pada tarif periode sebelumnya Januari – Maret 2021,” ucap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Rida Mulyana di Jakarta, Senin (8/3/2021) dikutip dari ANTARA.

Sementara tidak menaikkan tarif listrik non-subsidi, pemerintah juga mendorong agar PT PLN (Persero) terus melakukan langkah efisiensi operasional. Hal ini demi meningkatkan penjualan tenaga listrik, selain terus memberikan pelayanan penyediaan tenaga listrik dengan lebih baik.

Sekadar informasi, tarif listrik pelanggan non subsidi yang berlaku untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 s.d. 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 s.d. 200 kVA, pelanggan pemerintah dengan daya 6.600 s.d. 200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya sebesar Rp 1.444,70 per kWh.

Sementara untuk untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya juga tidak naik yakni sebesar Rp 1.352 per kWh. Adapun pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya di atas 200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya juga tetap yakni Rp 1.114,74 per kWh.

Untuk pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya di atas 30.000 kVA, tarifnya sebesar Rp 996,74 per kWh. Dalam keputusannya, Kementerian ESDM juga menetapkan tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga sama tidak mengalami perubahan.

Para pelanggan ini seperti UMKM, bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial juga akan tetap diberikan subsidi listrik.

“Tarif listrik tidak naik ini bisa memberikan kepastian kepada berbagai kelompok masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas pemulihan ekonomi nasional,” ucap Rida Mulyana.

Telkomsel bersama Gojek semakin memperkuat sinergi dalam memperluas manfaat implementasi teknologi digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Kini, kolaborasi terbaru diwujudkan dengan membuka akses bagi para mitra usaha Gojek pengguna aplikasi GoBiz ke aplikasi DigiPOS Aja! dari Telkomsel. Akses tersebut memudahkan para mitra usaha Gojek untuk dapat menjadi mitra reseller penjualan produk pulsa dan paket kuota data Telkomsel.

Sinergi platform reseller Telkomsel melalui aplikasi Digipos Aja! dan GoBiz milik Gojek menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh para mitra usaha di ekosistem Gojek. Telkomsel dan Gojek telah merancang optimalisasi proses registrasi bagi seluruh mitra usaha Gojek untuk dapat menjadi reseller pulsa dan paket kuota data Telkomsel dengan lebih mudah dan praktis.

Mitra usaha Gojek yang ingin mendaftar sebagai reseller Telkomsel dapat mengunduh aplikasi DigiPOS Aja! secara gratis di Google Play Store, lalu langsung mendaftar dan memilih menu Mitra Gojek di aplikasi serta mengikuti langkah-langkah yang tertera. Informasi lebih lanjut mengenai cara registrasi dan panduan menggunakan DigiPOS Aja! dapat diakses melalui telkomsel.com/DigiPOSAJA.

“Kolaborasi kali ini juga dimaknai Telkomsel sebagai momentum untuk memperkuat visi dan misi sebagai leading digital telco company yang terus mengakselerasikan digitalisasi baik inovasi produk maupun saluran penjualan produk kami kepada pelanggan,” ungkap Vice President Partner Channel Management Telkomsel, Heriawan dalam siaran pers dikutip dari webiste perusahaan.

“Melalui aplikasi GoBiz kami telah menghadirkan rangkaian solusi yang dirancang secara khusus untuk menjawab semua kebutuhan para mitra UMKM dari hulu ke hilir sehingga mereka dapat terus bertahan dan tetap melaju bersama Gojek dalam mengembangkan usaha semasa pandemi,” kata VP Strategic Partnership Gojek, Amelia Callista Sutanto.

Sebelumnya, Telkomsel bersama Gojek telah melakukan integrasi antara Telkomsel MyAds dengan GoBiz yang memungkinkan para mitra usaha Gojek untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau lebih banyak pelanggan baru dengan mengandalkan solusi iklan digital yang terarah dari Telkomsel MyAds secara lebih mudah. Selain itu, sebanyak lebih dari 20.000 mitra reseller/outlet Telkomsel kini sudah terdaftar di GoShop dari Gojek, sehingga memudahkan mereka untuk memenuhi kebutuhan dari lebih banyak pelanggan secara digital.

Pandemi COVID-19 yang tengah berlangsung lebih dari setahun telah berdampak pada meningkatnya kebutuhan digital dalam aktivitas kita sehari-hari. Hal ini pun turut mempengaruhi sektor bisnis dimana para pelaku usaha “dipaksa” beradaptasi untuk fokus menjalankan strategi pemasaran digital karena pergeseran perilaku konsumen yang serba go digital dan go online.

Untuk itu, strategi menjalankan promosi melalui digital advertising kini cukup diminati pelaku bisnis untuk meningkatkan kesadaran merek dan produk, memudahkan menyasar target konsumen yang tepat, hingga meningkatkan penjualan dari suatu produk. Dalam hal ini, Indosat Ooredoo Business menghadirkan sebuah layanan inovasi “iAds” di acara Connex Webinar ke-4 hari Rabu (3/3/2021) untuk menjawab kebutuhan promosi para pelaku bisnis.

iAds adalah layanan digital advertising yang dirancang dengan memanfaatkan Augmented Reality (AR), interactive messaging, dan mobile video. iAds menyuguhkan keseruan beriklan serta kemudahan dalam memanfaatkan media telekomunikasi yang inovatif.

“Kami meluncurkan iAds untuk mendukung kebutuhan promosi para pelaku bisnis yang lebih inovatif melalui media sosial dan relevan dengan situasi saat ini. Kami berharap lewat 3 layanan iAds yang kami luncurkan akan membantu pelaku bisnis untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang agar dapat bersaing baik di pasar lokal maupun global, serta mendorong ekonomi digital Indonesia,” kata Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena dalam siaran pers di website perusahaan.

iAds dapat menyasar lebih dari ratusan ribu perusahaan besar dan menengah di Indonesia untuk menginformasikan produknya kepada jutaan pengguna layanan seluler sebagai calon konsumen sesuai target pemasaran. Melalui iAds, kegiatan promosi dapat menjadi lebih variatif dan menarik karena Indosat Ooredoo Business menawarkan beberapa pilihan medium promosi digital yaitu iAds, iAds Biz, dan iAds MGram.

iAds
Teknologi Augmented Reality.

iAds Biz
Solusi layanan SMS broadcast dan interaktif yang menjawab kebutuhan promosi tepat sasaran dengan target konsumen yang dapat disesuaikan oleh pelaku bisnis dan mudah dikelola melalui sebuah dashboard. iAds Biz menawarkan solusi promosi melalui SMS Reguler, SMS Premium, dan SMS Interaktif.

iAds MGram
Solusi promosi interaktif dengan konsumen melalui foto dan video yang dapat diterima oleh berbagai jenis ponsel, baik feature phone maupun smartphone. Keunggulan lainnya adalah iAds MGram dapat diakses tanpa memerlukan internet, paket data, atau suatu aplikasi tertentu, sehingga semakin memberikan kemudahan untuk membuka peluang bisnis dengan jangkauan pasar yang lebih luas, serta memungkinkan adanya interaksi dengan konsumen.

Pandemi COVID-19 mengubah pola pikir masyarakat dalam bertindak dan bekerja. Pandemi turut memaksa masyarakat beradaptasi dengan keadaan. Kini, penggunaan teknologi seolah menjadi keharusan dan tak terpisahkan dalam menjalankan serangkaian aktivitas, tidak hanya pekerjaan melainkan juga pendidikan.

Hal ini menghadirkan dampak positif tersendiri, khususnya dalam rangka mempercepat agenda transformasi digital. Untuk itu, literasi digital kini menjadi kunci utama untuk mendorong terwujudnya masyarakat digital Indonesia di masa kemudian.

“Kemampuan literasi digital ini paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel A Pangerapan dalam forum “Kiat Mengatasi Kejenuhan Ajar Mengajar Selama PJJ di Masa Pandemi” pada Kamis (4/3/2021), dikutip dari ANTARA.

Kemenkominfo berupaya untuk meningkatkan literasi digital guna mempersiapkan SDM Indonesia dengan kemampuan digital yang sesuai. Inovasi-inovasi berkualitas diperlukan untuk mengembangkan talenta yang maksimal.

“Keadaan new normal yang baru baik sekarang atau pascapandemi akan mempercepat proses digitalisasi diberbagai lini kehidupan kita,” ujar Semuel.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dra. Sri Wahyuningsih, M.pd mengatakan pendidikan melalui literasi digital menjadi inovasi yang bagus untuk generasi masa depan. Dirinya menyebut literasi digital merupakan salah satu investasi yang mulia.

“Kita tahu hanya melalui teknologi, digitalisasi, layanan pendidikan, transformasi informasi bisa dilakukan lebih cepat. Efektivitas, efisiensi sudah diakui serta kecepatan waktu dan untuk mendapatkan sumber-sumber informasi yang diperlukan lebih bisa kita dapatkan,” kata Sri.

Transisi model bisnis pelaku usaha, khususnya segmen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari konvensional ke digital disinyalir akan medorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo optimistis sebanyak 12 juta merchant akan segera menggunakan QRIS.

Untuk itu Bank Indonesia akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS, sebagai satu-satunya kode QR milik Tanah Air tersebut. Salah satunya dengan mendorong penggunaan QRIS di merchant-merchant melalui 46 kantor perwakilan Bank Indonesia.

“Kita akan terus gebrak (penggunaan QRIS) di seluruh Indonesia, dan kami kerahkan 46 kantor-kantor untuk melancarkan gerakan penggunaan QRIS ini,” kata Perry dalam acara virtual Karya Kreatif Indonesia 2021: Eksotisme Lombok-Seri 1, Rabu (3/3/2021) dikutip dari Medcom.

Perbaikan sistem QRIS juga akan dilakukan, seiring dengan upaya BI memperluas penggunaan QRIS. BI mengatakan akan terus mengembangkan fitur-fitur QRIS supaya memudahkan pelaku usaha khususnya UMKM untuk menggunakan pemindai kode QR.

“Kami juta terus memperbaiki fitur-fitur dalam QRIS tanpa tatap muka. Termasuk juga nanti untuk menarik dana dan setor, dan juga transfer kami akan lakukan,” ungkap Perry.

Bank Indonesia menilai, penggunaan QRIS menjadi salah satu faktor kunci perkembangan pelaku usaha di Tanah Air. Apalagi saat ini perekonomian Indonesia sudah masuk ke era digitalisasi. Kehadiran QRIS diharapkan juga turut membantu pemulihan ekonomi.

Ancaman siber menjadi hal yang meresahkan, khususnya di tengah perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi ini. Untuk itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melibatkan empat pemangku kepentingan dalam menangani ancaman siber yang terjadi di Indonesia. Keempat stakeholder yang biasa disebut “Quad Helix” ini ialah pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, serta masyarakat atau komunitas.

Direktur Proteksi Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional BSSN Nur Achmadi Salmawan dalam Forum Kebijakan Daring Asia Pasifik yang digelar virtual, Selasa (2/3/2021) mengatakan keempat pemangku kepentingan tersebut dilibatkan untuk menyebarkan kesadaran keamanan siber di tengah masyarakat.

“Jadi kita harus memanfaatkan komponen potensial di negara kita untuk mengatasi ancaman yang kita hadapi,” kata Achmadi dikutip dari ANTARA.

BSSN telah merancang Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) dengan melibatkan para stakeholder yang dimaksud. Terdapat sejumlah misi yang ditentukan dalam menyusun strategi tersebut. Di antaranya ialah melindungi kepentingan nasional yang meliputi masyarakat, infrastruktur informasi kritikal nasional, penyelenggaraan pemerintahan untuk mencapai stabilitas nasional, serta keamanan nasional.

Misi lainnya yang diusung SKSN ialah meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dalam rangka memberikan kemakmuran sekaligus kesejahteraan bagi rakyat. Di sini peran masyarakat diperlukan, khususnya terkait kesadaran tentang pentingnya keamanan siber sehingga internet dapat digunakan dengan lebih bijak.

“Media sosial menjadi senjata bagi organisasi dan individu untuk memanipulasi informasi demi kepentingannya sendiri. Penting untuk menginformasikan kepada masyarakat bagaimana menggunakan internet dengan benar dan aman,” ujar dia.

Dalam forum yang sama, CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky mengatakan bahwa saat ini terjadi pergeseran target pelaku kejahatan siber. Jika sebelumnya menyasar smartphone dan perangkat pribadi, maka kali ini sasarannya ialah sistem kontrol industri dan “Internet of Things” (IoT).

Kaspersky mencatat pada tahun 2020 deteksi file berbahaya yang unik meningkat 20 hingga 25 persen sehari. Para peneliti memantau dengan cermat lebih dari 200 grup aktor ancaman dunia maya yang bertanggung jawab atas serangan yang sangat ditargetkan terhadap bank, pemerintah, atau infrastruktur penting negara.