Belakangan ini, banyak perusahaan modal ventura (PMV) yang memberikan suntikan modal ke berbagai usaha rintisan alias startup di Tanah Air untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya. Namun, para PMV itu tentunya tidak asal mengucurkan dana ke startup yang belum tentu menjanjikan prospek di masa depan.

Mereka tentu tidak main-main dan tidak sembarangan memberikan suntikan dana. Tentu mereka berharap dengan adanya suntikan dana tersebut, perusahaan yang disuntik atau diberikan dana pun bisa jauh berkembang, bukan malah sebaliknya.

Dikutip dari Kompas.com, Wakil Ketua I Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (AMVESINDO), William Gozali mengatakan setidaknya ada 4 poin yang menjadi pertimbangan para modal ventura ketika memutuskan akan memberikan suntikan dana ke startup atau ke para UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.

Apa saja keempat hal itu? Berikut ulasannya.

1. Potensi Pertumbuhan

PMV akan melihat sebesar apa potensi pasar yang dimiliki oleh startup tersebut. Apabila keadaan pasar di suatu daerah cukup besar dan terus berkembang, bisa mendorong pertumbuhan produk yang juga cukup besar.

Dua hal ini  saling berkaitan dan apabila potensi pertumbuhan di suatu perusahaan tidak cukup berkembang, maka PMV pun tidak memiliki keinginan untuk memberikan suntikan modal.

2. Kemampuan Beradaptasi

Startup tentunya perlu untuk terus bisa menyesuaikan diri dengan ketidakpastian yang ada saat ini. Khususnya di tengah pandemi COVID-19 yang membuat risiko ketidakpastian menjadi kian tinggi. Contohnya seperti yang dilakukan oleh perusahaan di bidang ride hailing yang tergerus bisnisnya akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, setelah beberapa lama, perusahaan ini pun bisa kembali beradaptasi dan mendiversifikasi bisnisnya. Caranya adalah dengan membuat layanan pengantaran makanan dan pengantaran logistik. Kemampuan untuk beradaptasi inilah yang membuat startup tersebut  layak untuk dipertimbangkan para PMV.

3. Kualitas Founder

Para PMV juga akan melihat siapa sosok pendiri yang berada di perusahaan tersebut. Hal ini demi memastikan apakah perusahaan tersebut benar-benar di tangan yang tepat atau tidak.

Mengingat investasi yang dilakukan bersifat jangka panjang yang biasanya membutuhkan waktu 5-10 tahun, maka perlu sosok yang dapat bertanggungjawab dalam mengelola kucuran dana tersebut dengan benar, yakni untuk menumbuhkan startup tersebut juga secara jangka panjang.

4. Efisiensi

Yang terakhir namun tak kalah penting ialah mengenai efisiensi perusahaan dalam penggunaan dana biasanya juga diperhatikan. PMV akan melihat apakah calon perusahaan yang diberikan suntikan dana mempunyai model bisnis yang jelas atau tidak.