Tugas dari perencana keuangan ialah memberi saran kepada kliennya bagaimana menggunakan uang untuk menutupi biaya, mencapai tujuan, dan membangun kekayaan. Jadi tidak mengherankan apabila para perencana mereka memiliki beberapa trik penganggaran bagaimana caranya menabung lebih banyak, membelanjakan lebih sedikit, dan berhemat.

Penganggaran ini juga cocok saat kami bersiap untuk menghadapi masa-masa krisis, seperti di masa pandemi COVID-19 ini. Untuk itu, simak trik-trik penganggaran ala perencana keuangan.

  1. Gunakan Pendekatan Zero-sum

Perencana keuangan dari Piece of Wealth Planning di Atlanta, Jovan Johnson menyarankan pendekatan zero-sum untuk setiap uang yang kamu miliki. Pendekatan ini nantinya membuat klien menggunakan uang dengan baik-baik untuk membayar tagihan, membelanjakan sesuatu, atau menggunakannya untuk membangun kekayaan di masa depan.

Pendekatan zero-sum pada dasarnya juga mengubah tujuan investasi dan tabungan menjadi tagihan bulanan. Dengan begitu, kamu bisa memastikan setiap uang harus dibelanjakan, disimpan, atau diinvestasikan dengan benar.

  1. Labeli Tabungan Tujuan Jangka Pendek

Menabung untuk semua tujuanmu di satu tempat yang sama bukanlah cara paling efisien untuk dilakukan. Utamanya ketika kamu juga menyimpan tabungan jangka panjang di sana, seperti dana darurat yang dicampur dengan tabungan jangka pendek, seperti dana liburan bersama.

Tabungan yang menyatu sulit untuk melacak tujuanmu dan berpotensi menggerus tabungan jangka panjang. Untuk menghindari pengeluaran berlebihan, labeli setiap tabunganmu.

Miliki akun untuk tujuan tertentu, seperti dana darurat atau dana liburan. Setelah dana liburan itu habis, kamu harus mengisinya kembali. Memiliki akun tabungan yang dilabeli dengan tujuan tertentu membuatmu tidak dapat memanfaatkan akun lain untuk mengeluarkan uang berlebih.

  1. Biaya Rumah Tak Lebih dari 30 Persen

Perencana keuangan dari Ignite Financial Planning di Seattle, Riley Poppy memberi tahu kliennya untuk menganggarkan biaya rumah, utamanya saat berencana membeli rumah. Biaya rumah ini wajibnya tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan bulanan.

Banyak perencana keuangan mengatakan 28 persen dari pendapatan kotor. Itu yang populer. Tapi menurut Poppy, 30 persen dari gaji juga cukup bagus.

  1. Hidup dengan 70-80 Persen Pendapatan

Rencanakan hidupmu dengan menggunakan 70-80 persen pendapatan bulanan. Hal ini dapat membantumu menabung untuk tujuan tertentu dan menghindari pengeluaran berlebihan. Pasalnya, hidup menggunakan semua pendapatan sepanjang waktu bisa membuatmu belanja yang tidak perlu dan tertinggal untuk tujuan jangka panjang, seperti pensiun atau tabungan kuliah anak-anakmu.

Begitu kamu terbiasa dengan gaya hidup yang baru ini, kamu tidak akan melewatkan 20-30 persen sisanya untuk ditabung. Jika kamu dapat hidup dari 70 persen hingga 80 persen secara konsisten, itu akan membentuk kebiasaan yang cukup baik.