Bank Indonesia (BI) menargetkan pada tahun 2021 ini ada 12 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan terhubung dengan alat pembayaran QR Code Indonesian Standard (QRIS). Hal ini disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang digelar secara daring dan luring dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, awal pekan lalu.

“Pada tahun lalu kami telah sambungkan 5,8 juta merchant secara nasional dan hampir semuanya UMKM. Mari tahun ini kita tingkatkan dua kali lipat jadi 12 juta (merchant) UMKM tersambung secara nasional dengan QRIS,” kata Perry Warjiyo.

Dengan terhubung QRIS, BI menyebut UMKM akan mulai masuk dalam ekosistem digitalisasi yang memungkinkan adanya transaksi tanpa tatap muka sehingga pembayaran bisa berlangsung cepat, mudah, aman, dan andal.

“Saya yakin melalui digitalisasi, UMKM kita akan naik kelas, go digital, go export, dan jadi daya dukung ekonomi kita,” katanya.

Perry mengatakan Bank Indonesia mendukung penuh Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di antaranya ikut mengkampanyekan gerakan tersebut di setiap acara yang digelar baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu BI yang memiliki 1.200 UMKM binaan di seluruh Indonesia yang ditampilkan dalam pameran Karya Kreatif Indonesia. BI juga turut memamerkan UMKM di acara-acara internasional, termasuk di 70 kegiatan yang digelar lembaga tersebut.

“Melalui gerakan kita untuk tingkatkan kualitas produksi, kemampuan akses pembayaran dan promosikan UMKM kita, InsyaAllah UMKM akan mendukung pertumbuhan ekonomi kita menjadi pilar yang kuat untuk mendukung ekonomi kita yang berkelanjutan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.