bantuan Usaha Mikro 2021

Pada era pandemi seperti ini sepertinya menjadi sebuah hal yang sulit untuk para pelaku UMKM maupun para calon pelaku usaha yang baru ingin memulai usahanya sendiri. Mengingat pada pandemi yang sudah dilalui setahun lebih ini daya beli dari konsumen dan juga daya jual sangat menurun drastis, sehingga tidak sedikit juga para pelaku usaha UMKM melakukan penutupan usaha pada awal 2021 ini karena sudah tidak sanggup bertahan lagi.

Pemerintah memberikan dorongan inisiatif dengan Program Bantuan Produktif yang sebelumnya juga sudah diberikan pada tahun 2020, kembali dihadirkan pada tahun 2021 untuk membantu para pelaku UMKM dapat bertahan dan juga dapat berinovasi lebih di kala pandemi yang masih belum tahu kapan akan berakhir. Tentunya pemerintah berharap kalau bantuan ini dapat sebagai motivasi agar UMKM dapat berinovasi dan bertahan di tahun 2021 ini.

Berapa Bantuan Usaha Mikro Untuk Tahun 2021?

“Diberikan kepada seluruh pelaku Usaha Mikro terdampak. Baik kepada yang sudah menerima tahun lalu, maupun belum menerima yang sudah diusulkan ataupun yang lagi diproses,” ujar Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (6/4). Dilansir dari Liputan6.com

Eddy menjelaskan kalau nantinya penyaluran BPUM ini dapat ditargetkan untuk Pelaku Usaha Mikro yang akan disebarkan dengan melalui beberapa tahapan hingga kuartal III di tahun 2021. Untuk tahapan pertama ini pemerintah telah menyiapkan bantuan yang jumlahnya cukup signifikan yakni 11,76 triliun Rupiah dengan jumlah target bantuan mencapai 9,8 juta pelaku usaha mikro. Kemudian untuk anggaran tahapan kedua sendiri pemerintah telah menyiapkan tidak kurang sebesar 3,6 triliun Rupiah yang ditargetkan untuk 3 juta pelaku usaha mikro di Indonesia.

“Untuk tahun ini, masing-masing pelaku Usaha Mikro memperoleh Rp 1,2 juta. Bagi yang sudah menerima tahun lalu memang tidak semua yang dapat tahun ini, karena kami melakukan evaluasi terhadap penerima yang tahun lalu ada kekurangan, salah satunya salah sasaran sehingga itu dibersihkan datanya,” terangnya. yang dikutip dari Liputan6.com.

“Kita harapkan dari sisa 3,2 kita akan proses secepatnya dari target 9,8 pelaku Usaha Mikro. Bisa jadi kalau nanti Covid-19 belum pasti selesai kita akan minta tambahan lagi,” imbuhnya lagi. KemenkopUKM sendiri mengharapkan dari penerima bantuan yang mencapai 9,8 juta pelaku usaha mikro, paling tidak mendapatkan data sejumlah 3,2 juta dari usulan dinas yang membidangi koperasi dan UKM kabupaten/kota selama bulan April 2021.

Hingga 1 April yang lalu, KemenkopUKM sendiri telah melakukan validasi secara akurat guna memperoleh data yang 6,6 juta pelaku usaha mikro yang mendapatkan BPUM dengan anggaran yang tidak main-main, yakni mencapai 7,9 triliun Rupiah. Tentunya bantuan ini bisa menjadi modal tambahan untuk para pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan usahanya lagi pada era pandemi ini, ditambah lagi untuk mempercepat pemulihan usaha untuk pelaku usaha mikro yang terdampak Covid-19.