Perekonomian dunia sedang mengalami resesi sejak awal 2020 yang salah satunya disebabkan oleh wabah Covid-19 yang masih belum terkendali. Kemunduran ini membuat banyak perusahaan mengurangi atau menghentikan produksinya yang secara langsung berdampak kepada nasib para karyawan. Maka dari itu para karyawan yang terdampak resesi ini harus kreatif dan memutar otak untuk melanjutkan hidup.

Agar bisa mengembalikan roda ekonomi seperti sedia kala, atau paling tidak untuk sekedar menyambung napas, banyak orang yang mulai belajar atau memulai bisnis rumahan atau bisnis kecil – kecilan. Faktanya, geliat UMKM ini terbukti mampu menyelamatkan banyak keluarga dan sanggup menopang ekonomi negara, dengan catatan, para pelaku usaha ini bisa mengatur usahanya dengan baik dan salah satunya dengan kemampuan cara menghitung laba kotor.

Cara Menghitung Laba Kotor Perusahaan Dagang

Sebelum kita berdiskusi lebih jauh tentang cara menghitung laba kotor, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari ‘laba kotor’. Laba Kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Kesimpulannya, pengertian laba kotor adalah pendapatan dari penjualan, yang mana pendapatan yang dimaksud merupakan pendapatan penjualan sebelum dikurangi biaya – biaya seperti; gaji pegawai, pajak dan pembayaran bunga, perlu digaris bawahi bahwa untuk pajak, gaji dan biaya suku bunga tidak termasuk ke dalam pendapatan ini.

Wajib diketahui juga bahwa sebelum mendapatkan laba bersih, kita harus mencari dahulu laba kotornya. Laba kotor ini merupakan selisih dari hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang. Formula cara menghitung laba kotor sebagai berikut:

Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan

Penjualan bersih = penjualan – potongan penjualan – retur penjualan

Harap dicatat bahwa penjualan bersih ini tidak selalu berupa kas tetapi juga dapat dalam bentuk piutang. Hal ini dikarenakan penjualan dilakukan tidak selalu dalam bentuk tunai, namun juga bisa secara kredit dan tetap masuk ke dalam atau sebagai penjualan.

Sedangkan Harga Pokok Penjualan (HPP) perhitungannya adalah seperti contoh berikut.

HPP = Persediaan awal – Pembelian bersih – Persediaan akhir

Pembelian bersih = Pembelian + ongkos angkut + retur pembelian – Potongan pembelian

Contoh Soal Menghitung Laba Kotor

Pada bagian ini kita akan membahas cara menghitung laba kotor beserta contoh soal dan aplikasinya pada kejadian nyata. CV Mundur Bersama merupakan perusahaan kecil yang  bergerak dibidang pedagang furniture di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, pada awal bulan 01 Maret 2020, CV Mundur Bersama mempunyai persediaan furniture senilai Rp. 1.000.000. Sepanjang bulan Maret 2020 CV Mundur Bersama membeli persediaan barang dagangannya dari pengrajin furniture di Jawa Tengah  sebesar Rp 48.000.000 dengan ongkos kirim yang ditanggung sebesar Rp 1.000.000. 

Pada bulan yang sama, CV Mundur Bersama mencatat transaksi penjualan sebanyak Rp 65.000.000. Pada akhir periode bulan maret, tanggal 31 Maret 2020 terjadi beberapa aktivitas: CV Mundur Bersama membayar beban tagihan listrik sebesar Rp 350.000, Biaya Air Palyja sebesar Rp 50.000, Membayar uang sewa lapak tenant sebesar Rp 10.000.000, Membayar gaji pegawai dan juga penjaga toko sebesar Rp 800.000 Membayar biaya ongkos kirim furniture antar ke pelanggan / customer  Rp 500.000 Ketika dilakukan penghitungan fisik furniture, saldo akhir persediaan furniture diketahui hanya tersisa lemari kecil seharga Rp 300.000 saja.

Permasalahan :

Berapa HPP (COGS) UD Ali Sejahtera pada periode bulan Maret 2015?Berapa besaran Laba Kotor CV Mundur Bersama pada bulan Maret 2020?

Penyelesaian:

Harga Pokok Penjualan (HPP)

COGS = Inventory Cost + Biaya Overhead

Inventory Cost:Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir:Rp 1.000.000 + (Rp 48.000.000 + Rp 1.000.000) – Rp 300.000:Rp 49.700.000

Biaya Overhead, mari kita pilah terlebih dahulu :

  • Tagihan listrik, apakah termasuk biaya overhead ? Tidak termasuk, karena berapapun nominal yang dibayarkan untuk listrik tetap
  • Biaya Air Palyja, apakah termasuk overhead ? Tidak termasuk, alasannya sama, berapapun jumlah nominal yang dibayar untuk PDAM tetap
  • Sewa Tenant, apakah termasuk overhead ? Tidak Termasuk, Alasannya juga sama
  • Gaji Penjaga Toko dan karyawan, apakah termasuk overhead ?Tidak Termasuk, alasannya sama, gaji penjaga toko berapapun jumlah yang dihasilkan, gajinya tetap sama.

Ongkos kirim furniture sampai ke tempat pembeli? Ya, ini termasuk sebesar Rp 500.000

Total Biaya Overhead dicatat sebesar Rp 500.000

Jadi Harga Pokok Penjualan bisa kita hitung:

COGS: Inventory Cost + Biaya Overhead:Rp 49.700.000 + Rp 500.000:Rp 50.200.000

Begitulan salah satu contoh perhitungan laba kotor dalam bisnis menengah atau UMKM, dan pada praktiknya, perhitungan tersebut bisa jadi lebih rumit tergantung dengan kondisi atau neraca keuangan tiap – tiap perusahaan.

Untuk bisa mencari perhitungan laba bersih, kita harus terlebih dahulu memahami cara menghitung laba kotor. Dengan pembahasan dan contoh soal yang sudah kami sajikan di atas, diharapkan kawan – kawan lebih memahami tentang cara menghitung laba kotor dan mampu mengaplikasikannya pada usaha yang akan dan sedang dirintis.

Melakukan cara menghitung laba kotor merupakan salah satu skill dasar dalam memulai berwirausaha selain tentunya dibutuhkan tekad dan modal untuk memulai bisnis sendiri. Semoga di tengah pandemi ini ekonomi kecil dan menengah atau UMKM bisa terus bertumbuh dan bangkit untuk menyokong perekonomian nasional.