Di tengah pandemi ini, mengembangkan bisnis tentunya memiliki tantangan tersendiri. Dibutuhkan strategi yang matang supaya UMKM tetap bertahan, bahkan bisa mengembangkan bisnisnya supaya lebih luas lagi.

Dalam kondisi itu, memanfaatkan digitalisasi menjadi suatu keniscayaan supaya UMKM bisa bertahan dan berkembang. Lantas apa saja strategi yang bisa diterapkan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada?

Dikutip dari Fox Business, berikut beberapa strategi yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperluas dan mengembangkan kinerja bisnis di tengah pandemi.

  1. Menambah Produk dan Layanan Baru

Walau terdengar sederhana, tetapi realisasi dari strategi ini memiliki tantangannya sendiri. Untuk itu pelaku UMKM perlu mengetahui konsumennya masing-masing, dengan mencari tahu produk dan layanan apa saja yang dibutuhkan maupun diinginkan pelanggan.

Riset pasar secara menyeluruh perlu dilakukan sebelum membuat produk baru. Kita harus mengetahui seberapa besar pelanggan siap mengeluarkan uang untuk produk atau layanan tersebut. Kemudian, kita bisa mengestimasikan apakah produk yang nantinya akan dijual bisa menghadirkan keuntungan atau tidak.

Riset pasar ini memfokuskan kita pada permintaan pelanggan terhadap produk dan layanan baru kita. Kita bisa bertanya langsung terkait apa yang pelanggan pikirkan tentang produk atau layanan baru yang akan kita tawarkan.

  1. Tawarkan Produk dan Layanan Baru Kepada Pelanggan Setia

Selanjutnya kita perlu menyelami potensi lebih dalam kepada para pelanggan setia atau pelanggan yang sudah ada. Caranya adalah dengan melakukan analisis segmentasi pasar. Identifikasi segmen pelanggan seperti apa yang akan lebih banyak membeli produk baru.

Dengan demikian, kita bisa fokus pada penjualan dan pemasaran produk atau layanan baru yang ditawarkan. Analisis ini juga akan membagi pelanggan menjadi beberapa segmen sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Contohnya usia, jenis kelamin, lokasi tempat tinggal, riwayat pembelian dan sebagainya.

Dengan analisis ini, kita bisa melihat potensi profitabilitas saat menjual produk baru. Begitu pula dengan rencana alokasi dana penjualan dan pemasaran yang dibutuhkan.

  1. Memperluas Penjualan ke Area Baru

Strategi ini perlu dilakukan untuk menjangkau pelanggan baru di wilayah lainnya. Bisa jadi, pelanggan baru ini berada di segmen yang berbeda dari lokasi bisnis kita saat ini.

Contohnya jika bisnis ritel, maka perluasan kemungkinan besar juga akan membutuhkan pembukaan lokasi baru di kota maupun negara lainnya. Ekspansi ini tentunya akan membutuhkan investasi waktu dan uang yang cukup besar. Sekali lagi, riset pasar secara menyeluruh diperlukan terkait potensi pelanggan di calon wilayah baru tersebut.

  1. Tentukan Target Market Baru

Menjangkau target market yang tepat dan di waktu yang tepat, menjadi langkah penting dalam mengembangkan bisnis ke pasar yang lebih besar lagi. Kita perlu melihat target market lain yang bisa digali dan berpotensi untuk menjual produk atau jasa.

Tentukan taget secara spesifik, misalnya melalui demografi, jenis kelamin, usia, lokasi, bahkan kondisi psikologis/sosial. Bisa juga melihat minat, hobi, aktivitas, nilai dan sebagainya.

  1. Manfaatkan Platform Penjualan dan Pengiriman Baru

Seperti yang diungkapkan di awal tulisan, digitalisasi menjadi keniscyaan dan menjadi hal penting untuk memperluas bisnis kita. Bisnis tentunya bisa semakin berkembang dan menjangkau pelanggan baru dengan merambah platform penjualan dan pengiriman secara digital.

Memperbanyak platform penjualan tentunya akan mengoptimalkan kinerja bisnis, serta berpotensi membuat semakin banyak orang mengenal bisnis kita. Mulai dari UMKM kecil hingga bisnis yang besar, peluang melalui digitalisasi memang perlu dimanfaatkan.