Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia (SDM) digital guna menunjang percepatan ekonomi digital. Jokowi menargetkan Indonesia akan memiliki 9 juta talenta digital sampai tahun 2035.

“Kita perlu lebih banyak lagi software engineer, product designer, dan content creator sebanyak-banyaknya,” jelas Jokowi dalam acara #Google4ID, Kamis (19/11/2020).

Presiden mengatakan, pengembangan SDM di bidang IT tidak bisa ditunda lagi. Pemerintah mengajak semua pihak terlibat. Menurut Jokowi, pengembangan SDM di bidang IT harus dilakukan bersama-sama, baik pemerintah, perguruan tinggi, maupun swasta.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi digital sebesar US$124 miliar atau sekitar Rp1.750 triliun (kurs rupiah saat berita ini ditulis) pada tahun 2025. Airlangga turut memberikan apresiasinya kepada Google yang disebutnya mendukung pemerintah selama ini, terutama dengan program digital. Khususnya dalam pelatihan digital dan pembiayaan berbunga rendah senilai 10 juta dolar AS kepada UMKM.

Di Indonesia, Google memiliki beberapa program untuk mengembangkan kemampuan digital. Sebagai contoh yaitu JuaraGCP, sebuah program untuk belajar mengembangkan aplikasi, analisis data, dan machine learning di Google Cloud.

Google juga telah melatih 1.000 peserta melalui program Digital Talent Scholarship, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, ada pula program Bangkit, di mana Google bekerja sama dengan startup besar di Indonesia, seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan skill teknis di bidang pemrograman.