Kerjasama yang baik antara pemerintah dan pihak swasta diperlukan untuk mendukung Revolusi Industri 4.0. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dr. Ir. Ismail M.T.

Menurutnya, adapilar-pilar untuk mencapai transformasi digital, yakni regulasi, keamanan dan talenta digital, dukungan infrastruktur dan pembangunan ekosistem dalam lapisan konten dan aplikasi. Diperlukan infrastruktur baik infrastruktur pasif, jaringan telekomunikasi, dan perangkat berkualitas yang merata ke seluruh penjuru Indonesia agar transformasi digital dapat terwujud di semua lapisan masyarakat.

“Semua pilar tersebut harus dijalankan secara bersamaan oleh setiap stakeholder terkait agar transformasi digital dapat terwujud,” kata Ismail dalam Konferensi Cloud Computing Indonesia 2021, sebagaimana diberitakan ANTARA, Rabu (17/3/2021).

Sejumlah pembicara menjadi narasumber dalam gelaran yang diadakan Association Cloud Computing Indonesia (ACCI), bertema “Optimalisasi Peran Cloud Computing untuk Mengakselerasi Transformasi Digital Menuju Industri 4.0”.

Para pembicara menekankan pentingnya teknologi Komputasi Awan (Cloud Computing) sebagai mesin pendorong efektif bagi ekosistem 4.0. Hal ini demi menggerakkan kembali perekonomian nasional yang pertumbuhannya sempat terkendala akibat pandemi COVID-19.

Ekonomi digital sendiri menjadi sektor yang tetap tumbuh di kala pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi. Ekonomi digital berkontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada sebuah negara. Rata-rata ekonomi digital global menyumbang 41,5 persen dari PDB pada 2019. Angka untuk negara maju mencapai 51,3 persen, sementara angka untuk negara berkembang mencapai 21,6 persen.

Sementara Ketua Association Cloud Computing Indonesia, Alex Budiyanto menekankan inovasi analisis akurat serta keputusan strategis yang tepat apabila industri ingin tetap bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan. Beberapa solusi efektif bagi industri yang dapat dipertimbangkan antara lain.