Selama pandemi COVID-19 berlangsung, aplikasi berbagi file SHAREit menemukan bahwa adanya tren peningkatan konsumsi konten digital yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Diketahui, hal itu dipicu oleh pemberlakuan kebijakan kerja dari rumah dan sekolah dari rumah yang masih berlaku hingga saat ini.

Laporan e-Conomy oleh Google, Temasek, dan Bain & Co baru-baru ini menyebutkan bahwa 1 dari 3 orang mencoba layanan digital baru karena terjadinya pandemi COVID-19, dan 94 persen dari mereka berniat untuk melanjutkan kebiasan baru tersebut.

“Lonjakan konsumsi konten digital yang kuat ini membuat kami optimis bahwa Indonesia sedang mengalami tren fenomenal dalam konsumsi konten digital. Para pemain di industri konten digital tentunya dihadapkan tantangan untuk menghadirkan pengalaman yang mengesankan kepada para pengguna,” ujar Piyush Bhatia, Vice President Asia Pacific SHAREit, dikutip dari Info Komputer,

Piyush melanjutkan bahwa saat ini konsumen konten digital menginginkan berbagai pilihan terkait durasi video, aspek teknologi terkini, dan aspek keterbaruan dan menarik. Hal itu membuat platform konten distribusi harus bisa menjadi wadah yang menggabungkan konten lokal dengan teknologi global.

Lebih lanjut, selama periode pandemi, Piyush mengungkapkan aplikasi SHAREit mengalami lonjakan pertumbuhan 160 persen dalam jumlah instalasi aplikasi, yang dibarengi dengan pertumbuhan basis klien dalam hal jejaring iklan, terutama di Asia Tenggara. Capaian tersebut membuat SHAREit mendapat predikat sebagai jaringan iklan dengan pertumbuhan iklan tercepat menurut Laporan AppsFlyer Performance Index Edition XI yang dirilis beberapa waktu lalu.

Selain didorong oleh digitalisasi selama pandemi, kehadiran teknologi jaringan 5G juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem berkelanjutan bagi para penyedia konten dan platform distribusi. Laporan terbaru dari Ericsson Mobility 2020 memperkirakan terdapat 220 juta pelanggan 5G pada akhir tahun 2020, juga diperkirakan 380 juta pelanggan 5G akan datang dari Kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026.

“Pada paruh kedua tahun ini, kita telah melihat teknologi 5G diluncurkan di kawasan Asia Tenggara; dengan Thailand, Singapura dan Filipina sebagai wilayah yang memimpin, sementara Vietnam, Malaysia dan Indonesia akan segera mengadopsinya. Bagi pasar yang besar seperti Indonesia perekonomian juga akan didorong oleh pengguna internet seluler dan belanja iklan digital,” kata Piyush.

Dalam waktu dekat, teknologi seperti 5G yang menawarkan koneksi 1gbps justru memungkinkan pengguna untuk merasakan pengalaman imersif saat mengonsumsi konten digital setiap hari. Dilanjutkan Piyush, lonjakan konsumsi konten digital dan perilaku pengguna saat ini tidak akan berakhir, terutama untuk pasar Indonesia yang memiliki generasi muda dengan kebutuhan konten digital yang tak terhingga.

“Kami percaya bahwa pada tahun 2021, ekonomi internet dan industri konten digital akan terus berkembang signifikan dengan cara yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Publik akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menikmati konten digital karena hal ini telah menjadi salah satu bagian dari kehidupan mereka. Kami sangat antusias untuk menyambut pertumbuhan pengguna yang luar biasa dalam industri konten digital di wilayah negara berkembang,” jelas Piyush.