Menjadi seorang pebisnis di era digital ini memiliki beberapa keunggulannya tersendiri. Di sisi lain, era digital juga menghadirkan sejumlah tantangan. Untuk itu, perlu strategi yang jitu supaya bisa meraih sukses dalam menjalani bisnis E-commerce.

Co-Founder Alona & Dropshipaja.com, Rico Huang membagikan tips yang bisa dimanfaatkan para pebisnis. Berbekal pengalamannya membangun bisnis di usia 25 tahun, Rico menyebut setidaknya ada lima kesalahan yang harus dihindari saat berbisnis. Dikutip dari ANTARA, berikut pembahasannya.

Pola Pikir yang Kurang Tepat

Merasa tahu segalanya dan segan menerima masukan dari orang lain adalah salah satu kesalahan umum para pebisnis baru. Terkadang orang lain bisa melihat hal penting yang mungkin terlewat oleh kita, padahal hal itu mungkin signifikan untuk pertumbuhan bisnis.

Dengan demikian, masukan positif dari orang lain, terutama sesama penjual seharusnya bisa didengarkan. Menerima masukan, bahkan kritik membangun dari orang-orang terdekat, dapat membantu bisnis untuk berkembang.

Tidak Bergabung dengan Komunitas

Banyak juga pebisnis yang tidak meluangkan waktu cukup untuk bergabung dengan komunitas dan memperluas jaringan. Biasanya mereka terlalu sibuk mengurus operasional bisnis atau karena memang memiliki sikap introvert atau malu ketika berinteraksi dengan orang lain.

Padahal dalam bisnis e-commerce, komunitas penjual haruslah dimanfaatkan dengan maksimal. Selain mendapatkan ilmu, bergaul di komunitas sesama penjual juga akan memperluas jaringan, termasuk membuka kesempatan bisnis lebih lebar.

Menjadi yang Termurah

Menjadi yang termurah atau yang berbeda menjadi perdebatan klasik di antara kompetitor yang seolah-olah takkan pernah habis. Padahal, sebenarnya tidak masalah bisnis menjadi yang termurah atau menjadi yang berbeda, asalkan terus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan tersebut.

Kelebihan menjadi yang termurah adalah di value dan omset yang tinggi serta biaya pemasaran yang rendah. Kekurangnnya, nilai margin tipis sehingga terbatas untuk membangun sistem operasional yang baik.

Semetara untuk menjadi yang berbeda, kelebihannya adalah kita memiliki produk yang unik dan berbeda dari kompetitor. Termasuk diantaranya promo bundling yang banyak dilakukan dalam kampanye-kampanye e-commerce guna menarik konsumen.

Konsekuensinya adalah biaya pemasaran dan waktu riset produk menjadi lebih tinggi karena perlu membangun brand awareness terlebih dahulu. Untuk itu pelaku bisnis perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan sehingga dapat menentukan strategi yang memang sesuai dengan tujuan akhir bisnis.

Menyerah Sebelum Mencoba

Gagal sekali bukan berarti akhir dari dunia. Jika belum apa-apa sudah menyerah, bagaimana kita bisa meraih sukses? Langkah-langkah yang kerap digunakan untuk mengevaluasi langkah bisnisnya yaitu Test (misalnya aktif beriklan di media sosial), Operate (beroperasi sesuai hasil iklan), Test (melakukan riset kembali dan merevisi keyword bila diperlukan), Exit (evaluasi dan belajar hal baru).

Pebisnis perlu terus mengevaluasi bisnis hingga bisa menemukan formula yang paling pas untuk bisnismu karena berjualan daring harus serius. Tidak cukup sekadar memajang produk di e-commerce dan menunggu keuntungan datang.

Bergantung pada Diri Sendiri

Ketika memulai bisnis, biasanya semua hal masih bisa dikerjakan sendiri. Seperti marketing, administrasi, desain konten, foto produk, hingga pengemasan dan pengiriman barang. Namun, setelah bisnis mulai berkembang, seorang pebisnis harus mampu mendelegasikan tugas-tugas kepada orang lain, sehingga mampu fokus memikirkan strategi pengembangan bisnis.

Seorang pebisnis yang baik tidak hanya bergantung pada dirinya sendiri, melainkan perlu mengandalkan anggota timnya agar bisnis dapat berjalan dengan optimal. Semakin besar bisnis, semakin banyak bantuan yang dibutuhkan pebisnis sehingga dirinya tidak terjerat pada rutinitas operasional semata.