Meningkatnya kecenderungan belanja daring (online) di e-commerce selama masa pandemi COVID-19 turut berimbas pada pengguna dompet digital atau e-wallet. Studi riset digital dari Neurosensum mencatat jumlah pengguna dompet digital mengalami lonjakan sekitar 44 persen. Faktor yang memicu peningkatan penggunaan dompet digital dikaitkan dengan belanja online di e-commerce.

“Hal menarik yang kami temukan adalah sekitar 44 persen pengguna baru mulai menggunakan e-wallet pada tahun 2020 yang mana setelah pandemi Covid-19 merebak,” ucap Managing Director Neurosensum Indonesia, Mahesh Agarwal dalam diskusi daring di Jakarta pada Selasa (2/3/2021), dikutip dari ANTARA.

Pandemi COVID-19 membuat publik cenderung lebih memilih belanja online di ecommerce ketimbang offline secara konvensional. Dengan demikian, kecenderungan untuk mengandalkan ewallet semakin menguat. Hampir separuh masyarakat yang menggunakan e-wallet adalah pengguna baru dalam satu tahun terakhir.

Sebagai perbandingan, sebelum terjadinya pandemi penggunaan dompet digital selama 3 sampai lima tahun hanya berkisar 10 persen. Adapun dalam dalam kurun waktu satu sampai dengan tiga tahun terakhir pengguna dompet digital hanya mencapai 45 persen. Angka ini melonjak drastis di tahun 2020, dimana persentase pengguna e-wallet naik sekitar 44 persen.

Studi dari Neurosensum mengungkap e-wallet menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan ketika masyarakat Indonesia melakukan belanja online, yakni sekitar 88 persen. Diikuti oleh metode pembayaran transfer bank sekitar 72 persen, lalu cash on delivery (COD) sebesar 47 persen.

Masih ada sejumlah konsumen yang melakukan pembayaran melalui supermarket/minimarket sekitar 32 persen. Adapun masyarakat yang melakukan metode pembayaran ketika belanja online melalui kartu debit dan kredit sekitar 11 persen dan 23 persen.

Meningkatnya tren penggunaan dompet digital ini merupakan peluang bagi perusahaan yang bergerak di industri terkait. Neurosensum mencatat setiap tahunnya ada e-wallet baru yang diluncurkan. Hal ini membuat pasar dompet digital di Indonesia sangat kompetitif.

“Ini merupakan trend yang sangat menarik, dan kemungkinan pertumbuhan pengguna e-wallet di Indonesia akan semakin meningkat ke depannya,” ujar Mahesh.