Dengan perkembangan perekonomian yang semakin  pesat dewasa ini, maka dibutuhkan juga sistem perbankan ataupun sistem transaksi keuangan yang canggih. Maka dari itu dalam beberapa tahun kebelakang kita mulai akrab dengan yang namanya uang digital dan transaksi perbankan secara digital.

Sistem transaksi digital atau cashless memang sangat memudahkan, lantaran lebih praktis, lebih cepat dan juga lebih aman. Meski demikian, dibalik segala kemudahan transaksi perbankan baik itu sistem konvensional ataupun digital, terdapat suatu mekanisme yang sangat penting yang juga harus kalian tau, mekanisme tersebut bernama kliring.

Apa itu Kliring? Yuk Simak Pengertiannya

Teman – teman pasti pernah mendengar istilah kliring, namun kebanyakan dari kita belum mengetahui apa itu kliring sebenarnya. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kliring, mari kita berkenalan dengan salah satu aspek terpenting perbankan yaitu kliring atau clearing.

Menurut KBBI kliring adalah suatu bentuk penyelesaian pembukuan dan juga transaksi dengan cara memindahkan suatu saldo pada pihak lain yang lebih berhak. Intinya, pengertian dari kliring ialah suatu fasilitas perbankan yang sudah sering kalian temui ketika melakukan kegiatan transaksi antar bank. Dengan adanya kliring bank, maka perhitungan utang-piutang yang terjadi karena adanya aktivitas transaksi yang dilakukan oleh nasabahnya akan lebih mudah.

Kliring juga merupakan salah satu dari tiga metode pemindahan dana atau transfer dari satu rekening ke rekening yang lain. Namun, metode pengiriman dengan kliring biasanya digunakan untuk utang-piutang dengan bentuk surat dagang, surat berharga jangka pendek, dan juga obligasi.

Kliring ini sangat penting karena ia diperlukan untuk mencocokkan semua transaksi pesanan beli dan jual di pasar. Mekanisme kliring memvalidasi availability dana yang sesuai, mencatat kegiatan transfer, dan dalam kasus sekuritas perbankan, kliring dapat memastikan pengiriman sekuritas kepada pembeli.

Fungsi Lengkap dari Kliring

Kliring bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar suatu  lalu lintas pembayaran (LLP) giral antar bank. Kliring harus dilakukan agar perhitungan penyelesaian utang dan piutang dapat berjalan dengan mudah, aman, dan efisien.

Fungsi dari kliring sendiri seperti sudah kita bahas di atas ialah untuk memvalidasi atau mencocokan semua transaksi jual beli, termasuk menjamin ketersediaan dana yang sesuai, dan juga kliring mencatat kegiatan transfer. Karena memang pada dasarnya seperti dikutin dari laman BI kliring adalah sebuah pertukaran Data Keuangan Elektronik (DKE) atau warkat antar peserta kliring baik atas nama para peserta maupun atas nama nasabah yang dapat diperhitungkan diselesaikan pada waktu tertentu.

Jadi sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia, penyelenggaraan kliring memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  • Efisiensi dalam sistem pembayaran nasional
  • Layanan transfer dana yang cepat
  • Memberikan akomodasi kebutuhan pengguna atau nasabah untuk transaksi yang bernilai lebih besar baik sebagai individu maupun perusahaan.
  • Pencatatan transaksi perpindahan dana
  • Vaidasi ketersediaan dana
  • Memastikan pengiriman sekuritas kepada pembeli
  • Mempermudah perhitungan utang – piutang
  • Jaminan keamanan terhadap transaksi perbankan

Hal – hal di atas adalah beberapa contoh manfaat dari proses kliring dalam aktivitas perbankan yang sebenarnya manfaat kliring mencakup scope yang sangat luas.

Dengan segala kecanggihan sistem keuangan dan perbankan yang kita nikmati, ternyata terdapat sebuah mekanisme yang sangat penting bernama kliring. Kliring yang juga termasuk salah satu dari beberapa metode transfer ini sangat efektif dalam menjamin kelancaran proses perbankan terutama yang berbentu utang piutang dan juga obligasi.

Demikianlah informasi seputar kliring yang semoga dapat membantu menambah wawasan teman – teman dan kami berharap artikel ini bermanfaat memperluas khazanah ttentang dunia perbankan dan keuangan.