Pandemi COVID-19 mengubah pola pikir masyarakat dalam bertindak dan bekerja. Pandemi turut memaksa masyarakat beradaptasi dengan keadaan. Kini, penggunaan teknologi seolah menjadi keharusan dan tak terpisahkan dalam menjalankan serangkaian aktivitas, tidak hanya pekerjaan melainkan juga pendidikan.

Hal ini menghadirkan dampak positif tersendiri, khususnya dalam rangka mempercepat agenda transformasi digital. Untuk itu, literasi digital kini menjadi kunci utama untuk mendorong terwujudnya masyarakat digital Indonesia di masa kemudian.

“Kemampuan literasi digital ini paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel A Pangerapan dalam forum “Kiat Mengatasi Kejenuhan Ajar Mengajar Selama PJJ di Masa Pandemi” pada Kamis (4/3/2021), dikutip dari ANTARA.

Kemenkominfo berupaya untuk meningkatkan literasi digital guna mempersiapkan SDM Indonesia dengan kemampuan digital yang sesuai. Inovasi-inovasi berkualitas diperlukan untuk mengembangkan talenta yang maksimal.

“Keadaan new normal yang baru baik sekarang atau pascapandemi akan mempercepat proses digitalisasi diberbagai lini kehidupan kita,” ujar Semuel.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dra. Sri Wahyuningsih, M.pd mengatakan pendidikan melalui literasi digital menjadi inovasi yang bagus untuk generasi masa depan. Dirinya menyebut literasi digital merupakan salah satu investasi yang mulia.

“Kita tahu hanya melalui teknologi, digitalisasi, layanan pendidikan, transformasi informasi bisa dilakukan lebih cepat. Efektivitas, efisiensi sudah diakui serta kecepatan waktu dan untuk mendapatkan sumber-sumber informasi yang diperlukan lebih bisa kita dapatkan,” kata Sri.