Para pelaku usaha mikro kecil menengah atau biasa disingkat dengan UMKM kini sudah memiliki program yang dibuat oleh pemerintah untuk mencapai target 6,1 juta UMKM GO-Digital, dimana program tersebut adalah program bersifat digital yang dibuat pemerintah agar para usaha UMKM tidak mati di masa pandemi virus Corona saat ini yang sebentar lagi menginjak umur 2 tahun di negara Indonesia.

Masa pandemi covid-19 telah menguras habis beberapa tenaga dan upaya para UMKM untuk bertahan dalam masa pandemi saat ini, tidak sedikit pula beberapa para UMKM dan IKM telah memutuskan untuk gulung tikar karena dampak pandemi ini yang tak kunjung habis. Banyak UKM saat ini melakukan kegiatan bisnis mereka dengan cara beradaptasi pada sistem digitalisasi, dikarenakan digitalisasi adalah cara usaha bisnis yang cocok di masa pandemi covid-19.

Menperin Agus Gumiwang telah menuturkan agar para pengusaha bisa memulai beradaptasi dengan arus digitalisasi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga telah melakukan upaya mengakselerasi sektor industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa beradaptasi dengan era digitalisasi, agar kedepannya bisa mencapai target sebesar 6,1 juta UMKM menuju platform digital.

Program e-Smart IKM adalah cara strategis yang dipilih Kemenperin untuk memperluas akses pasar dengan bertujuan agar memacu daya saing para IKM di Indonesia. Menteri Agus Gumiwang menyatakan bahwa Program e-Smart IKM telah berjalan sejak tahun 2017, dan telah melatih sebanyak 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia, dan mereka saat ini sudah bisa masuk dan menjalankan pemasaran digital melalui marketplace yang ada, pada keterangannya di hari Selasa (22/06/2021).

Untuk memperjelasnya, Menperin menjelaskan bahwa program e-Smart IKM diadakan dengan tujuan agar para pelaku IKM bisa mengakses mitra untuk menunjang program GO-Digital. Agus Gumiwang (Menperin) berpendapat bahwa sasaran pemerintah yang menargetkan 6,1 juta UMKM adalah sasaran yang sudah sesuai dengan program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0. Aspirasi besarnya adalah ingin menjadikan sektor industri di tanah air bisa lebih berdaya saing secara global, dengan harapan Indonesia masuk sebagai 10 negara yang memiliki ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

Selain dari pihak UMKM, Menperin menyatakan pada setiap pihak baik masyarakat atau pemerintah agar membeli dan memakai produk lokal atau produk dalam negeri alias karya anak bangsa, dengan tujuan sebagai pemulihan ekonomi nasional, adanya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) juga dinilai bisa menciptakan kesempatan beli dari pemerintah kepada para pelaku IKM yang ada.

Strategi TKDN diciptakan dengan tujuan agar bermanfaat bagi para pelaku IKM untuk pengadaan barang dan jasa kebutuhan pemerintah, bukan hanya itu saja, saat ini Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sudah memberikan fasilitas berupa sertifikasi TKDN dengan tujuan agar bisa terhubung dengan supply chain industri berskala besar.

Dari data IHS Markit, Menperin menyatakan bahwa sinyal positif sektor industri dapat bangkit di masa mendatang, dilihat dari nilai purchasing managers index (PMI) yang naik sebesar 0,7 dari bulan April 2021 ke bulan Mei 2021, dimana data dari PMI ini sudah tercatat lebih tinggi dari beberapa negara Asia lainnya.

Pemerintah berharap para pelaku UMKM ataupun calon para UMKM bisa naik kelas dengan cara GO-Digital, beberapa strategi sudah dipersiapkan agar para UMKM tidak tenggelam di masa pandemi covid-19, pihak dari masyarakat pun juga dibutuhkan partisipasinya, seperti dengan membantu UMKM dengan cara membeli produk dan jasanya terutama di pasar digitalnya saat ini, agar suatu saat nanti bisa menumbuhkan transaksi e-commerce di negara Indonesia sampai ke transaksi e-commerce dunia.