Sejak masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan di berbagai daerah demi memutus mata rantai persebaran COVID-19, banyak perusahaan yang memberlakukan kebijakan kerja dari rumah alias Work from Home (WFH). Walau dianggap sebagian karyawan lebih mudah karena tidak perlu berpergian dan hemat ongkos transportasi, rupanya WFH bisa menghadirkan masalah tersendiri.

Salah satunya adalah ketika tagihan listrik di rumah membengkak. Ya, tanpa disadari Anda lebih banyak menggunakan peralatan elektronik lebih banyak ketika harus bekerja di rumah. Misalnya pendingin ruangan atau AC, komputer, televisi dan sebagainya. Untuk itu, Anda harus cermat dan efisien dalam menggunakan peralatan elektronik di rumah, demi menghemat tagihan listrik Anda.

Di rangkum dari berbagai sumber, berikut langkah-langkah yang bisa ditempuh guna mencegah tagihan listrik Anda jebol gara-gara WFH.

1. Cabut Colokan Elektronik Setelah Tidak Digunakan
Meski perangkat elektronik sedang tidak digunakan, apabila colokan daya perangkat tersebut masih terpasang maka aliran listrik masih terjadi. Untuk itu, ada baiknya jika Anda mencabut kabel penyambung daya listrik pada peralatan seperti charger gadget, televisi hingga komputer ada baiknya setelah tidak digunakan.

Hindari pula kebiasaan memasang perangkat seperti komputer atau laptop pada mode stand by. Apabila sudah tidak digunakan, sebaiknya perangkat elektronik memang dimatikan supaya menghindari adanya aliran listrik yang terbuang sia-sia selama berjam-jam.

2. Gunakan Lampu LED
Mungkin terkesan sepele, namun penggunaan lampu yang lebih hemat daya akan menghemat pula tarif listrik Anda. Untuk itu ada baiknya untuk menggunakan lampu LED yang memang lebih terang 80-90 persen dari lampu pijar atau bohlam biasa. Lampu LED yang baik juga lebih awet untuk digunakan, sehingga Anda tidak perlu repot-repot rutin untuk mengganti lampu rusak.

Selain itu, saat siang hari ada baiknya Anda menggunakan penerangan secara alami tanpa harus menggunakan lampu. Selain menghemat waktu pemakaian lampu, Anda juga menghindari penerangan ganda, yang ujung-ujungnya memboroskan pemakaian energi listrik di rumah.

3. Gunakan Pendingin Ruangan dengan Bijak
Di era modern ini, rasanya hampir setiap ruangan sudah memiliki pendingin udara atau AC-nya sendiri. Memang sulit apabila hidup tanpa AC, apalagi bila berada di musim panas. Demi hemat listrik, cobalah untuk mulai bijak dalam menggunakan AC. Misalnya dengan menggunakannya ketika malam hari saat mau tidur. Setelah digunakan, jangan lupa untuk dimatikan. Gunakan timer untuk menghindari kelalaian.

Perlu diingat pula, mengatur suhu pendingin ruangan yang lebih rendah juga membutuhkan daya listrik yang lebih besar. Sebab semakin rendah suhu yang diatur maka perangkat AC membutuhkan daya lebih besar yang menyebabkan konsumsi listrik Anda juga lebih besar. Untuk itu, biasakan untuk mengatur pendingin ruangan di suhu sewajarnya, misalnya 22-25 derajat Celcius.

Penting juga untuk memiliki rumah dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang memadai. Karena bagaimanapun juga, udara yang alami tentu lebih sehat daripada udara yang berasal dari mesin pendingin ruangan.

4. Isi Baterai Gawai Anda dengan Benar
Banyak pengguna gawai baik itu smartphone maupun laptop yang sengaja mengisi baterai perangkat mereka di malam hari, lalu ditinggal tidur hingga sepanjang malam. Selain memperpendek umur baterai, tindakan ini juga memboroskan konsumsi listrik. Jika Anda tidak memiliki timer yang membuat perangkat catu daya Anda mati otomatis setelah penuh, maka ada baiknya Anda hanya mengisi baterai gawai Anda ketika memang masih beraktivitas atau sebelum tidur.

Hal ini berlaku pula pada beberapa produk elektronik yang sejatinya dimatikan sebelum tidur. Misalnya televisi, radio dan komputer. Jangan karena terlalu lelahnya, Anda membiarkan peralatan-peralatan itu bekerja dan energi terbuang cuma-cuma begitu saja. Akibatnya, tentu pemakaian listrik Anda jadi lebih

5. Hemat Penggunaan Air Panas untuk Mandi
Meski mandi air hangat memang menyegarkan Anda khususnya setelah lelah beraktivitas, konsekuensi dari mandi air hangat adalah penggunaan sistem pemanas air atau water heater. Percaya tidak percaya, mesin ini adalah salah satu mesin yang paling banyak menyedot listrik, selain pendingin ruangan. Untuk itu, apabila harus menggunakan air panas, biasakan matikan keran apabila sedang tidak digunakan.

Jangan biasakan ada air yang terbuang cuma-cuma, misalnya ketika Anda sedang membasuh diri Anda dengan sabun atau shampoo. Selain itu, apabila cuacanya sedang tidak dingin, ada baiknya untuk mandi.

6. Hindari Buka-Tutup Kulkas Terlalu Sering
Kebiasaan buka-tutup kulkas terlalu sering akan menyedot daya listrik yang besar. Sekadar informasi, kulkas membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali suhunya setelah dibuka yang membuat penggunaan listrik jiga lebih besar.

Selain itu, biasakan isi kulkas Anda dengan bahan-bahan secukupnya. Kulkas yang terlalu penuh isinya atau terlalu kosong akan memaksa mesinnya bekerja lebih keras demi menyesuaikan suhu di dalamnya.

Meski terkesan sepele, banyak hal-hal sepele yang tidak disadari seperti yang dijelaskan diatas yang justru membuat tagihan Anda justru membengkak. Setelah memperhatikan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan agar tagihan listrik Anda tidak membengkak, kini waktunya Anda membayar tagihan dengan tepat waktu.