Talenta yang siap dunia digital berperan penting dalam pertumbuhan potensi ekonomi digital nasional. Hal ini diakui oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D.

“Talenta siap dunia digital dibutuhkan untuk mendukung potensi ekonomi digital Indonesia yang terus tumbuh. Mendukung pengembangan kemampuan dan keahlian (skill) mereka merupakan upaya penting untuk mewujudkan potensi ekonomi digital Indonesia,” kata Prof. Nizam dalam jumpa pers virtual, Selasa (26/1/2021) dikutip dari ANTARA.

Menurut penelitian terbaru dari Sea dan World Economic Forum berjudul “ASEAN Youth and the Future of Work”, anak muda di ASEAN paham teknologi akan mendisrupsi dunia kerja. Sebanyak 57,9 persen anak muda Indonesia percaya bahwa kemampuan dan keahlian mereka harus ditingkatkan supaya bisa menghadapi disrupsi tersebut. Penelitian yang sama juga menemukan bahwa mayoritas anak muda (81,4 persen) memandang magang sama penting bahkan lebih penting daripada pelatihan di sekolah.

Ditambahkan Prof. Nizam, persiapan talenta digital di Indonesia melalui lingkungan akademis seperti perguruan tinggi perlu dilakukan secara merata. Mengacu Sensus Penduduk 2020 yang dilakukan BPS pada Februari-September 2020, jumlah generasi Z (kelahiran 1995-2010) mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen dari total populasi berjumlah 270,2 juta jiwa. Adapun generasi milenial (generasi Y, kelahiran 1981 sampai 1994) mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen.

“Saat ini ada sekitar delapan juta mahasiswa di Indonesia. Di kampus-kampus kecil, kita bisa menemukan mutiara yang belum terasah. Ini perlu diperluas, bagaimana menemukan talenta terbaik dari kampus-kampus kita,” ujar Nizam.

Kemendikbud saat ini sudah menyiapkan platform untuk mempertemukan kampus dan dunia industri. Salah satunya dengan mendorong pengembangan talenta digital lewat beberapa kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti Google, Huawei, NVIDIA, dan lainnya.

Hal ini diharapkan bakal mengakselerasi talenta terbaik untuk terus mengasah dan mengembangkan potensinya sebelum terjun di dunia kerja. Dengan demikian, diharapkan talenta digital muda di Indonesia dapat terus berkarya bagi bangsa dan negara, terutama di masa depan.

“Di ASEAN, banyak start-up yang lahir berbasis digital, dan banyak di antaranya yang Unicorn hingga Decacorn berasal dari Indonesia. Ini dahsyat dan basisnya adalah digital technology dengan conventional business, mengawinkan digital dan bisnis, dan revolusi bisnis 4.0 adalah revolusi digital di semua bidang,” pungkasnya.