Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan untuk tak menaikkan tarif listrik untuk pelanggan non-subsidi periode 1 April hingga 30 Juni 2021 (kuartal II 2021). Dengan demikian, tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan masih tetap atau tidak mengalami perubahan.

“Dengan demikian, tarif tenaga listrik untuk pelanggan non subsidi baik tegangan rendah, tegangan menengah maupun tegangan tinggi tetap mengacu pada tarif periode sebelumnya Januari – Maret 2021,” ucap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Rida Mulyana di Jakarta, Senin (8/3/2021) dikutip dari ANTARA.

Sementara tidak menaikkan tarif listrik non-subsidi, pemerintah juga mendorong agar PT PLN (Persero) terus melakukan langkah efisiensi operasional. Hal ini demi meningkatkan penjualan tenaga listrik, selain terus memberikan pelayanan penyediaan tenaga listrik dengan lebih baik.

Sekadar informasi, tarif listrik pelanggan non subsidi yang berlaku untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 s.d. 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 s.d. 200 kVA, pelanggan pemerintah dengan daya 6.600 s.d. 200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya sebesar Rp 1.444,70 per kWh.

Sementara untuk untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya juga tidak naik yakni sebesar Rp 1.352 per kWh. Adapun pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya di atas 200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya juga tetap yakni Rp 1.114,74 per kWh.

Untuk pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya di atas 30.000 kVA, tarifnya sebesar Rp 996,74 per kWh. Dalam keputusannya, Kementerian ESDM juga menetapkan tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga sama tidak mengalami perubahan.

Para pelanggan ini seperti UMKM, bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial juga akan tetap diberikan subsidi listrik.

“Tarif listrik tidak naik ini bisa memberikan kepastian kepada berbagai kelompok masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas pemulihan ekonomi nasional,” ucap Rida Mulyana.