Di tengah kemajuan teknologi, sarana telekomunikasi sudah semakin berkembang. Jika dulu terbatas pada mengirim pesan teks (sms) atau telepon, kini pengiriman pesan instan (instant messaging) menjadi saluran komunikasi yang paling populer di dunia. Salah satunya adalah WhatsApp atau WA. Dengan fitur mengirim pesan chat, gambar, dokumen, hingga video call jumlah pengguna WhatsApp kian hari kian banyak.

CEO Facebook, perusahaan yang telah mengakuisisi WhatsApp sejak 2014 lalu, Mark Zuckerberg mengatakan saat ini jumlah pengguna aplikasi WhatsApp telah menembus angka dua miliar pengguna secara global. Seperti dikutip dari TechCrunch, total keseluruhan pesan yang dikirimkan oleh pengguna aktif melalui aplikasi WA dilaporkan mencapai 100 miliar pesan setiap harinya. Adapun negara dengan jumlah pengguna paling banyak adalah India.

Sebagai gambaran, pada awal 2014 pesan yang dikirimkan pengguna WhatsApp secara keseluruhan tercatat mencapai sekitar 50 miliar pesan per hari. Kemudian di awal 2016, angkanya meningkat menjadi 60 miliar pesan setiap harinya. Menurut laporan dari App Annie, WA menjadi aplikasi pesan instan paling populer di seluruh dunia berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active user atau MAU) pada 2019.

Walau begitu, popularitas WhatsApp belum menyebar secara merata di setiap negara. Di Amerika Serikat misalnya, banyak pengguna yang menggunakan aplikasi pesan instan lain seperti iMessage milik Apple.

Salah satu keunggulan WhatsApp yang kerap dibanggakan pengembang ialah sistem enkripsi end-to-end yang digunakan sebagai keunggulan platformnya. Mereka mengklaim tidak ada pihak ketiga yang bisa membaca pesan, termasuk pihak WhatsApp sendiri, kecuali si penerima dan pengirim.

“Enkripsi yang kuat adalah keniscayaan di kehidupan modern. Kami tidak akan berkompromi dengan keamanan karena hal itu bisa membuat orang menjadi tidak aman,” tulis WhatsApp seperti dikutip dalam blog resminya.

Lebih lanjut, WhatsApp juga mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan ahli keamanan dan menerapkan teknologi canggih untuk menghentikan penyalahgunaan platform.

“WhatsApp didirikan guna menciptakan layanan yang sederhana, terpercaya, dan privat. Saat ini kami masih memiliki komitmen yang sama, untuk membantu menghubungkan dunia secara privat dan melindungi komunikasi personal bagi dua miliar pengguna kami,” tulis WhatsApp.